19 C Jakarta
Wednesday 28th February 2024
By SamAzhar

Semangat Ekspansi Qlue Pacu Terciptanya Smart Nation di Indonesia Tahun 2020


Dengan
diresmikannya Palapa Ring otomatis membuka jalur penghubung antar kota di
nusantara. Tak heran jika infrastruktur serat optik tersebut menciptakan start up berbasis teknologi pintar di
Indonesia. Kesemuanya memberikan kemudahan dan percepatan dalam segala hal.
Mulai dari fasilitas pembayaran (payment)
hingga transportasi bahkan kebutuhan birokrasi berbagai instansi pemerintah dan
sektor swasta serta pemangku kepentingan (stake
holder
) lainnya. Tentu saja akan mengintegrasikan jaringan antar wilayah di
tanah air.

Bicara
masalah kondisi geografis dan tata wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak
pulau. Apalagi terkait penanganan bencana. Sebut saja bencana banjir yang sering
melanda ibukota. Genangan air dan jalanan yang rusak seringkali menjadi pemicu
terganggunya lalin di jalan. Upaya perbaikan terus dilakukan oleh pemerintah
provinsi. Ketimbang menghakimi dan malah menyalahkan kita juga bias lho turut
berkontribusi serta berpartisipasi demi kelancaran infrastruktur dalam rangka
perbaikan sarana dan prasarana kota. Kita sebagai masyarakat cukup melaporkan
kendala dan masalah yang berada di sekitar. Seperti masalah jalanan rusak atau
genangan air tadi ke aplikasi pelaporan berbasis percepatan. Melalui aplikasi
tersebut akan diteruskan ke pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti.

Sejak
diperkenalkan tahun 2016 lalu, saat ini Qlue telah menjadi startup teknologi
yang menghadirkan solusi kota pintar paling komprehensif di Indonesia. Dengan
misi mempercepat perubahan positif di seluruh dunia, Qlue membangun platform
solusi smart city berbasiskan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI),
Internet of Things (IoT) dan Mobile Workforce.

Qlue
berkomitmen untuk menerapkan berbagai solusi teknologi kota pintar untuk sektor
pemerintah dan swasta di Indonesia. Solusi Qlue saat ini terdiri dari QlueApp (aplikasi pelaporan warga), QlueVision (analisis video CCTV
berbasis kecerdasan buatan), QlueWork
(mobile workforce management), QlueDashboard (platform visualisasi data), dan QlueSense (solusi produk berbasis IoT).



Solusi
teknologi Qlue terbukti membantu pemerintah dan swasta dalam pengambilan
keputusan (decision maker) berbasis data. Saat ini, Qlue dipercaya oleh lebih
dari 50 klien dari lembaga pemerintah, organisasi bantuan bencana, kota
satelit, perusahaan swasta di berbagai industri. Perusahaan ekosistem smart
city yang terlengkap di Indonesia, Qlue, menutup tahun 2019 dengan pertumbuhan
bisnis di atas 50% dibandingkan tahun 2018. Pada Selasa (17/12) bertempat di
kantor PT Qlue Performa Indonesia yang berada di kawasan Pejaten, Jaksel
mengadakan media dan blogger gathering yang mengangkat Qlue 2019 ‘Year of Hard Work and Innovations’.

Pencapaian
positif Qlue didorong oleh tiga faktor, yaitu fokus pengembangan produk solusi
smart city, ekspansi bisnis di dalam dan luar negeri, dan kolaborasi dengan
mitra bisnis yang memiliki kesamaan visi dan misi.

Founder & CEO Qlue,
Rama Raditya, menjelaskan strategi Qlue di 2019 ini dengan mengembangkan solusi
smart city berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Internet of
Things (IoT), dan mobile workforce membawa perkembangan positif bagi
perusahaan. Qlue menjadi market leader yang menawarkan solusi komprehensif di
industri smart city.

“Qlue
mencatat pertumbuhan bisnis yang luar biasa dengan meningkatnya pendapatan
perusahaan di atas 50% dengan jumlah klien yang meningkat 89% menjadi 85 klien
yang terdiri dari instansi pemerintah dan swasta. Pencapaian ini hasil dari
setiap QlueWarga yang telah bekerja dengan sepenuh hati dan terus berinovasi
sehingga membawa dampak luar biasa di 2019 ini,” kata Rama Raditya.

Rama
Raditya menambahkan, dampak sosial yang diciptakan oleh Qlue sepanjang tahun
2019 membuat Qlue meraih berbagai apresiasi dari berbagai asosiasi atau
instansi di dalam dan luar negeri. Dimulai dari keberhasilan Qlue meraih Best
M-Government Service Awards di The World Government Summit 2019, Startup of The
Year 2019 dari Jumpstart Magazine Hong Kong, Indonesia Best IoT Startup 2019
dari ASEAN Rice Bowl Startup Awards 2019, hingga The Innovator Awards 2019 dari
Majalah Forbes Indonesia.

Selain
itu Qlue juga mendapatkan dukungan dari berbagai badan dan asosiasi baik dari
luar maupun dalam negeri seperti GSMA, Microsoft, NVIDIA, Facebook, hingga
Gojek. Dukungan dari khalayak internasional semakin memantapkan langkah mereka
untuk terus berekspansi di luar negeri. Berbagai apresiasi tersebut telah
menjadi inspirasi dan penyemangat untuk terus mengembangkan bisnis dan teknologi
Qlue di masa mendatang.

Co-Founder dan Chief Technology Officer Qlue, Andre Hutagalung, menjelaskan
saat ini pengguna aplikasi Qlue telah mencapai lebih dari 750 ribu orang di
seluruh Indonesia. Saat ini Qlue telah melayani di lebih dari 40 provinsi, kota
dan kabupaten. Sepanjang 2019 Qlue telah membawa dampak positif di lebih dari
30 kota dan kabupaten baru, antara lain Minahasa, Tarakan, Kupang dan 2
kabupaten, yaitu Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Belitung.

Solusi
CCTV & Video Analytics QlueVision
juga telah digunakan oleh tiga Balai Besar Jalan Nasional untuk mendapatkan
analisis mengenai jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan nasional di Banten,
Mataram, dan Papua. Analisis tersebut digunakan oleh Kementerian PUPR untuk
menganggarkan perbaikan jalan secara akurat. Selain itu, Qlue juga telah
mengembangkan aplikasi Polisiku dan command center yang telah diterapkan di 22
Polda dan 5 Polres di seluruh Indonesia dan digunakan di lebih dari 86 ribu
personel polisi. “Implementasi command center dan aplikasi Polisiku di 34 Polda
dan seluruh Polres di Indonesia ditargetkan akan rampung pada pertengahan 2020
sehingga seluruh personel polisi dapat melakukan koordinasi dengan baik antara
petugas di lapangan dengan command center.

Pihaknya
mengembangkan solusi smart city yang
dapat membantu instansi pemerintah dan swasta untuk semakin cepat dan responsif
dalam menerima laporan dan masalah. Dengan memanfaatkan platform berbasis
kecerdasan buatan dan IoT, serta integrasi data maka klien dapat meningkatkan
produktivitas kerja dan bekerja lebih efisien dalam menangani permasalahan
kota. Bang Andre menjelaskan di hadapan para tamu undangan.

Bang
Andre mengatakan memasuki tahun 2020, Qlue terus mengembangkan solusi smart
city yang berfokus pada smart mobility, smart security, dan smart environment.
Saat ini Qlue telah memiliki produk unggulan seperti QlueApp, yaitu aplikasi
pelaporan warga, QlueWork, yaitu aplikasi untuk meningkatkan koordinasi antar
instansi yang efektif, QlueVision, yaitu CCTV integration and analysis
berbasiskan kecerdasan buatan, QlueDashboard sebagai platform visualisasi data,
dan QlueSense, solusi smart city berbasiskan IoT.

Dalam
perjalanannya, kami merasa perlu untuk lebih mengembangkan berbagai solusi
smart city berbasis kecerdasan buatan, IoT dan machine learning untuk membantu
memecahkan berbagai permasalahan di Indonesia, khususnya masalah kota seperti
kemacetan, keamanan, dan lingkungan. Pada awal 2020, Qlue berencana untuk
menggarap sektor smart environment dengan menciptakan produk yang bertujuan
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Mbak
Maya Arvini selaku Chief Commercial
Officer
Qlue juga mengatakan
ekspansi bisnis di dalam dan luar negeri yang dilakukan oleh Qlue didukung oleh
performa tim pengembangan bisnis yang melakukan penjualan secara langsung dan
dibantu oleh mitra bisnis yang memiliki kesamaan visi dengan Qlue, mulai dari system
integrator, penyedia platform dan perangkat keras, hingga firma konsultan.


Dari
85 klien Qlue saat ini yang terdiri dari instansi pemerintah sebesar 55% dan
swasta sebesar 45%. Tahun 2020, Qlue fokus untuk terus melakukan ekspansi di
sektor swasta, dengan meningkatkan target 60% dari sektor swasta dan 40% dari
instansi pemerintah. Qlue menargetkan akan melakukan implementasi di lebih dari
100 kota di Indonesia, dan di lima kota di Asia dan Eropa.

Mbak
Maya merasa bersemangat karena telah berhasil menutup tahun ini dengan berbagai
pencapaian luar biasa baik dari segi bisnis maupun pengembangan teknologi.
Dengan berbagai inovasi teknologi Qlue yang terus dikembangkan, pihaknya
optimis untuk tetap fokus menargetkan pertumbuhan bisnis lebih dari 50% di
tahun mendatang. Sebut saja Qlue saat ini telah memiliki kantor perwakilan di
Kuala Lumpur, Malaysia. Geliat Qlue bahkan terus melakukan ekspansi di luar negeri,
dengan mengincar pasar Asia dan Eropa pada tahun 2020 mendatang.
  • No Comments
  • December 24, 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *