19 C Jakarta
Friday 23rd February 2024
By SamAzhar

Menilik Kualitas Pendidikan Guna Mencetak SDM Unggul Indonesia

Pembangunan sumber daya manusia merupakan pondasi pembangunan
bangsa, yang tidak dapat dipisahkan dari karakter manusia itu sendiri. Selain
unggul dalam ketrampilan dan pengetahuan, generasi unggul sudah semestinya
disertai karakter kuat. Oleh sebab itu betapa pentingnya penguatan pendidikan
karakter di tanah air.

Masih dalam rangka Pekan Perpus Dikbud 2019 mengadakan Temu
Blogger di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan pada
Selasa pekan lalu (3/12) di ruang serbaguna Perpustakaan Kemendikbud. Acara
dibuka dengan pengantar dan perkenalan oleh Kepala Bagian Publikasi
BKLM dilanjutkan dengan panel pemaparan
oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) dan Kepala Pustekkom
yang
  bertemakan tentang Guru dan
Kesejahteraan, Digitalisasi Sekolah dan atau Pembelajaran. Selanjutnya diakhiri
tanya jawab dan ditutup dengan makan siang dan ramah tamah.

Acara ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan Perpus
Kemdikbud dengan Komunitas. Dengan adanya kolaborasi perpustakaan dan komunitas
untuk mewujudkan sdm unggul. Kini perpustakaan Kemdikbud telah terintegrasi
perpus digital. Pada periode ke 15 tahunnya sudah dilengkapi dengan 11 ribu
koleksi terbitan dari Kemdikbud yang mudah untuk diunduh dan diakses dimana
saja. Sebuah angka yang cukup memuaskan bukan?

Bekal Pendidikan Karakter yang Baik Capai Kualitas SDM Unggul



Penguatan pendidikan karakter merupakan pondasi dan spirit
utama. Setidaknya ada 5 nilai utama yang menjadi penguatan pendidikan karakter
yang terdiri dari religius, nadionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas. 
Kuncinya adalah tidak harus dan melulu infrastruktur yang
lengkap dan komplit akan mencapai pendidikan yang luar biasa atau unggulan.
Tapi justru yang perlu diperhatikan adalah melalui kualitas pendidikan karakter
seorang pengajar atau pendidik. Memang tidak dipungkiri listrik dan internet
itu penting.

Kepala BKLM menyebut tentang catatan kecil yang akan
mempengaruhi gagasan di masa mendatang. Contohnya seperti diary atau catatan
harian seorang RA Kartini. Ditemukan banyak dialog dengan orang Belanda dan
keluh kesah atau keprihatinan tentang seorang perempuan dan pendidikan
Indonesia. 
Penguatan Pendidikan Karakter bertujuan untuk membangun dan
membekali peserta
  didik sebagai generasi
emas Indonesia di tahun 2045 guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan.
Kemudian mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan
karakter sebagai jiwa utama dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia.
Merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi ekosistem pendidikan.


Tentu saja harus dibarengi dengan terpusat pendidikan yaitu
sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menumbuhkan nilai-nilai utama penguatan
pendidikan karakter yang dikembangkan dengan nilai-nilai kearifan lokal dan
kreativitas sekolah. 
Ketiga elemen tersebut harus saling bekerja sama karena
masing-masing memilki peran yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan penting
dari program penguatan pendidikan karakter. Sekolah sebagai rumah dan arus
utama gerakan ini perlu didukung oleh lingkungan keluarga dan masyarakat yang
berbudaya sehat dan positif sebagai satu kesatuan ekosistem yang strategis dan
berkelanjutan.

Berbagai kegiatan dilaksanakan oleh Kemendikbud dalam rangka
menunjang program Penguatan Pendidikan Karakter. Dengan berbagai program yang
dijalankan oleh Kemendikbud tersebut diharapkan generasi unggul yang terampil
dan memiliki karakter kuat akan tumbuh berkembang di masa mendatang. Dengan
demikian generasi penerus bangsa yang cerdas dan berbudi pekerti baik yang
mampu menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Rumah Belajar Dukung Digitalisasi Sekolah, Inovasi Metode
Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0


Seiring
perkembangan zaman, masyarakat semakin terhubung dengan adanya teknologi informasi.
Tak ayal digitalisasi di dunia pendidikan menjadi sangat penting agar
memperoleh kualitas yang lebih baik. Pada tahun 2019 melalui Kementerian dan Lembaga
terkait, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencanangkan
Program Digitalisasi Sekolah. Salah satunya adalah Aplikasi Rumah Belajar.
Banyak masyarakat yang belum mengetahui dan perlu sosialisasi lebih lanjut.
Aplikasi Rumah Belajar merupakan produk pembelajaran digital yang turut
mendukung terlaksananya Program Digitalisasi Sekolah.

Digitalisasi
sekolah adalah sebuah terobosan baru di dunia pendidikan dengan memanfaatkan
perkembangan teknologi informasi dalam berbagai aspek pengajaran. Digitalisasi
sekolah dapat mempermudah proses belajar mengajar karena siswa dapat mengakses
semua bahan ajar atau bahan ujian dalam jaringan. Dalam
tablet tersebut, telah diunduh aplikasi Rumah Belajar dari Pusat Teknologi dan
Informasi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud. Aplikasi ini menyediakan delapan fitur
utama yaitu sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium
maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofesian
berkelanjutan, dan kelas maya.

Rumah Belajar sendiri merupakan pengembangan portal yang
diluncurkan Pustekkom pada 15 Juli 2011. Melalui aplikasi ini diharapkan
sekolah yang masuk dalam kategori 3T yaitu Terdepan, Terluar dan Tertinggal
dapat mengikuti kegiatan pembelajaran sebagaimana yang diperoleh sekolah di
daerah perkotaan. Selama ini banyak sekolah di daerah 3T sulit menjangkau dan
mengakses pendidikan dengan baik terkait kondisi geografisnya.

Dengan adanya ketersediaan aplikasi pembelajaran berbasis
internet seperti Rumah Belajar, mereka bisa lebih cepat dan mengikuti
pembelajaran tidak tertinggal seperti anak-anak di daerah perkotaan. Program
digitalisasi sekolah merupakan terobosan baru dalam memanfaatkan perkembangan
TIK untuk mempermudah dalam proses belajar mengajar. Guru dan siswa menjadi
semakin mudah mengakses bahan ajar. Selain itu, komunitas guru bisa bekerja
sama membuat materi bahan ajar digital atau membuat tes ujian harian secara bersama-sama
dalam luar jaringan (offline) maupun
dalam jaringan (online).



Kemendikbud tidak hanya akan mendorong siswa-siswa untuk pandai
menggunakan gawai dalam proses pembelajaran tetapi juga menuntut peningkatan
kompetensi guru di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Guru adalah ujung tombak dari
keberhasilan program digitalisasi sekolah guna mempercepat terciptanya sumber
daya manusia yang berkualitas. Kunci keberhasilan program digitalisasi sekolah
adalah terletak pada guru, sehingga kompetensi guru dituntut menjadi lebih baik
dan semakin inovatif.

Sebagai guru yang menjadi pengayom para peserta didik perlu
terus belajar dan berbenah baik membekali dirinya dengan belajar bersama
instruktur, kemandirian berpikir kritis atau bisa juga belajar bersama dan
bertukar pikiran serta pengalaman antar sesama rekan seprofesi guru. Di era
4.0, guru harus menguasai berbagai sumber yang bisa digunakan sebagai penunjang
proses pembelajaran. Guru tidak hanya mengajar, namun harus menguasai
sumber-sumber dimana anak-anak bisa belajar, dan mengarahkan anak-anak agar
bisa belajar dari sumber apapun. Dengan begitu dapat dikatakan guru berfungsi
sebagai penghubung sumber belajar atau resource
linker
.

  • No Comments
  • December 9, 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *