19 C Jakarta
Saturday 20th July 2024
By SamAzhar

Melalui Hari Osteoporosis Pelopori Budaya Masyarakat Indonesia Hidup Aktif

Kesehatan itu
memang bukan segalanya. Tapi tanpa kesehatan semua tidak ada artinya. Kalimat
di atas begitu menyentil perasaan saya. Jika disimak sekilas biasa saja namun
jika ditelaah memang benar demikian adanya.

Semua orang
pasti ingin sehat. Sehat itu begitu berharga jika sakit sudah pasti mahal toh
obatnya? Parahnya di Indonesia justru dilimpahi dengan berbagai macam penyakit
terutama (Non Communicable Diseases)
atau Penyakit Tidak Menular. Lho bukannya berkah malah jadi musibah dong yah?


hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Yuk Kita dukung GERMAS!

Hal inilah yang menggagas
pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui program
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau yang biasa disingkat dengan
GERMAS. Besar harapan dengan adanya
inisiasi program tersebut orang yang sehat tetap sehat. Orang yang sehat tidak
sakit, yang sudah terlanjur sakit mendapat pengobatan dan penanganan yang baik.
Setelah sakit kita segera sadar dan bangkit untuk menjalankan pola hidup sehat
dengan gaya hidup yang lebih sehat (
healthy  lifestyle) tentunya.


Sejak tahun 2005
Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Gizi yang bernaung di bawah
Departemen Kesehatan RI saat itu mengeluarkan hasil analisa berupa data risiko
Osteoporosis yang menunjukkan bahwa angka prevalensi osteopenia (early osteoporosis) di Indonesia
mencapai 41.7% dan prevalensi osteoporosis mencapai 10.3%. Miris yaa? Itu
artinya ada 2 dari 5 penduduk Indonesia yang memiliki risiko terkena
Osteoporosis dimana sebanyak 41.2% dari keseluruhan sampel berusia kurang 55
tahun terdeteksi menderita Osteopenia.

Apa sih Osteoporosis?


hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Ilustrasi terjadinya pengeroposan tulang

Osteoporosis
merupakan kondisi tulang yang menjadi tipis, rapuh, keropos, dan mudah patah
akibat berkurangnya massa tulang dalam jangka waktu yang lama. Salah satu
muasal penyebab tingginya risiko osteoporosis di Indonesia adalah kebiasaan
kurang berolahraga atau melakukan aktifitas fisik sehingga mengakibatkan
berkurangnya kepadatan massa tulang. Maka jangan heran jika osteoporosis
memiliki dampak buruk terhadap kualitas hidup seseorang bahkan hingga
menurunkan tatanan produktivas masyarakat.


Untuk itulah
berangkat dari keprihatinan tersebut sekaligus dalam rangka memperingati Hari
Osteoporosis 2018 yang jatuh setiap tanggal 20 Oktober atas inisiatif Kemenkes
RI maka pada Jum’at (19/10) menyelenggarakan senam sehat serta media briefing bertemakan “Hidup Aktif Cegah Osteoporosis Mulai dari
Saya
” yang dihelat di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Borobudur,
Menteng, Jakpus dengan mengundang rekan-rekan media dan bloggers. Pada kesempatan sore hari itu turut pula dihadiri oleh
para narasumber ahli di bidangnya masing-masing. Di antaranya ada Ibu drg. Kartini Rustandi, M.Kes selaku Direktur
Kesehatan Kerja dan Olahraga (Kesjaor) Kemenkes RI, dr. Iskandar
Z. Adisapoetra sebagai Sekretaris Jenderal Federasi Olahraga Rekreasi
Masyarakat Indonesia (FORMI) dan dr. Ade Tobing, SpKO dari Persatuan
Osteoporosis Indonesia (PEROSI).


hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
RPTRA – Borobudur di kawasan Menteng Jakpus

Dalam gathering tersebut Ibu drg. Kartini kembali
menyebutkan, “Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Instruksi Presiden No. 1
Tahun 2017 perihal Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Program ini bukan
semata-mata sebatas kampanye basa-basi yang bersifat sementara namun berlaku
selamanya serta berkelanjutan.
GERMAS
merupakan penguatan upaya promotif dan preventif yang ditujukan untuk
menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, kematian maupun
kecacatan; menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; dan
membantu pemerintah sebagai upaya menurunkan beban pembiayaan pelayanan
kesehatan (faskes) karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan.


hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Naik dan turun tangga. Salah satu aktifitas fisik yang bisa dilakukan setiap hari (dokpri)

Lebih lanjut
drg. Kartini menambahkan, ”Salah satu fokus GERMAS adalah rutin beraktivitas
fisik selama 30 menit setiap harinya. Kemenkes terus menerus mengedukasi
masyarakat mengenai pentingnya beraktivitas atau latihan fisik sebagai upaya
pencegahan dini penyakit menular maupun tidak menular. Salah satu penyakit
berbahaya yang mengancam kesehatan masyarakat Indonesia adalah
osteoporosis
yang juga dijuluki 
The Silent
Epidemic Disease
, karena menyerang secara diam-diam tanpa adanya
tanda-tanda khusus, hingga seseorang bisa mengalami patah tulang.


Osteoporosis
memiliki dampak negatif yaitu mempengaruhi kondisi ekonomi maupun sosial
seseorang.  Dampak ekonomi meliputi biaya untuk pengobatan dan hilangnya
waktu kerja atau produktivitas. Osteoporosis sangat berbahaya dan tidak bisa
disembuhkan, oleh karena itu sangat penting untuk mencegah osteoporosis sejak
dini.

Pembicara yang
kedua Ibu dr. Ade selaku Pengurus PEROSI menjelaskan langkah awal pencegahan
osteoporosis sederhananya dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat
dan aktif beraktivitas fisik atau berolahraga. Penuhi asupan kalsium per hari
sesuai usia dan perlunya vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Selain
itu, hindari perilaku sedentari dengan rutin berolahraga. Kurang olahraga akan
menghambat proses pembentukan massa tulang dan jika dibiarkan akan
mengakibatkan berkurangnya kepadatan massa tulang seseorang.


hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Konsumsi buah-buahan dan bahan makanan berserat lain merupakan anjuran pola makan sehat (dokpri) 



Adapun data
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 yang menyatakan bahwa
proporsi penduduk Indonesia yang tergolong kurang aktif sebesar 26.1%. Sebanyak
42,0% penduduk kelompok umur ≥ 10 tahun menjalankan perilaku sedentari selama
3-5 jam per harinya. Jadi 1 dari 4 penduduk Indonesia melakukan sedentari
selama ≥ 6 jam setiap hari.

Lebih lanjut bu dr.
Ade menjelaskan, ”Latihan fisik atau olahraga yang dimulai sejak dini dapat
secara efektif mencegah penyakit osteoporosis. Untuk mencegah osteoporosis,
dianjurkan untuk melakukan latihan yang bersifat weight bearing exercise,
yaitu latihan pembebanan khususnya pada area lumbal, pangkal paha dan
pergelangan tangan.

Meski begitu,
olahraga harus dilakukan dengan prinsip Baik,
Benar, Terukur, dan Teratur (BBTT). Sebelum berolahraga pastikan menggunakan
perlengkapan yang sesuai ukuran dan jenis olahraganya, bila perlu menggunakan
pelindung. Lalu lakukan pemanasan atau peregangan, ditutup dengan pendinginan.
Untuk mencapai hasil maksimal, lakukan olahraga secara rutin, yaitu 3-5 kali
dalam seminggu.


hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Ketiga narasumber dan acara dimoderatori oleh Pak Lawrence Tjandra (dokpri)

dr. Iskandar Z.
Adisapoetra sebagai Anggota Dewan FORMI berujar, “Masih dibutuhkan upaya yang
lebih besar dan terus menerus secara konsisten untuk mengubah pemahaman
masyarakat Indonesia, bahwa aktivitas fisik dan olahraga teratur dan terukur
adalah aktivitas yang dapat memberikan kontribusi dan manfaat yang besar
terhadap kesehatan, termasuk untuk mencegah penyakit osteoporosis. Oleh karena
itu, keberadaan FORMI dan induk-induk organisasi yang berhimpun di dalamnya,
adalah mitra strategis pemerintah dalam upaya menggerakkan partisipasi
masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik dan olahraga, yang secara signifikan
dapat berpengaruh terhadap penurunan angka kejadian penyakit osteoporosis
pada  masyarakat di seluruh Indonesia.

”Untuk mendukung
implementasi GERMAS khususnya dalam upaya peningkatan aktivitas fisik dan
olahraga di masyarakat, serta pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit
osteoporosis, maka FORMI bersama dengan jejaringnya di seluruh Indonesia
membina berbagai macam olahraga rekreasi dengan prinsip 5-M, yaitu Mudah, Murah, Meriah, Menarik, dan Manfaat, agar masyarakat dapat terus sehat,
bugar dan gembira, contohnya dengan olahraga senam kebugaran osteoporosis yang
dapat dilakukan oleh masyarakat,” imbuh dr. Iskandar.

hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Senam selain menyehatkan juga bermanfaat sebagai olahraga rekreasi (dokpri)

Kementerian
Kesehatan RI terus menerus mengajak masyarakat Indonesia untuk membudayakan
aktivitas fisik dan olahraga teratur sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari
upaya preventif dan promotif kesehatan. Sebagai rangkaian dari Hari Osteoporosis
2018, Kemenkes RI mengadakan senam rekreasi bersama di Ruang Publik Terbuka
Ramah Anak (RPTRA) Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat. Bukan hal yang mustahil
kegiatan seperti ini dapat menularkan wilayah lain untuk berperan serta dalam
membudayakan aktivitas fisik dan olahraga secara teratur di area terbuka hijau
seperti RPTRA.


Oleh sebab itu
menjadi sangat penting untuk mencegah osteoporosis harus dimulai sejak dini. Jangan tunggu
nanti!

Ayo Bugar. Ayo
Berolahraga. Ayo kita dukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Salam
Germas!

  • No Comments
  • October 26, 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *