19 C Jakarta
Wednesday 28th February 2024
By SamAzhar

LEAD by IndiHome, Golden Ticket Jadi Atlet eSports Profesional

LEAD-IndiHome

     Kalau boleh ditarik ke belakang, ajang bergengsi Asian Games 2018 menjadi pembuka jalan eSport sebagai cabang olahraga. Bagaimana tidak, game elektronik ini menjadi cabang olahraga baru sejak laga Asian Games 2018. Seiring berkembang zaman era 4.0, eSport tenyata malah kian mendapat tempat dan jadi sorotan publik khususnya dari kalangan milenial. Ketika itu masih banyak yang belum mengenal eSport sebagai olahraga. Siapa yang menyangka perhelatan turnamen olahraga terbesar se Asia ini bisa menjadi momen teaser atau katakan saja perkenalan eSport pada khalayak luas. Tidak hanya populer di Indonesia saja, tetapi juga kaliber di dunia.

  Masuknya eSport menjadi cabor berstatus eksibisi di Asian Games menjadi momentum pengembangan olahraga ini di tanah air. Apalagi masyarakat masih banyak yang belum mengenal eSport secara lebih mendalam. Masih ada saja yang meremehkan, eSport hanya sekedar bermain gim semata, tapi di mana letak olahraganya? Karena banyak orang yang masih berpikir jika olahraga itu ya beradu ketangkasan, strategi, dan kekuatan fisik yang dimiliki setiap atlet. Sudah sepatutnya kita berbangga, eSport berhasil masuk ke dalam jajaran kompetisi olahraga resmi melalui Asian Games 2018 yang dihelat di Jakarta dan Palembang. Seperti diketahui sebelumnya, eSport hanya digelar terbatas dalam lingkup organisasi non-olahraga atau komunitas saja. Total hadiahnya pun bervariasi.

     Siapa yang bisa menyangka eksistensi eSport di Asian Games menjadi ujung tombak bahwa eSport termasuk olahraga yang kompetitif. Banyak yang bertanya kenapa saat itu masih berstatus eksibisi saja? Jawabannya hasil dari medali yang diperoleh tidak mempengaruhi perolehan medali Indonesia yang menentukan posisi klasemen. Ya benar saja ketika itu berstatus eksibisi. Hal ini dikarenakan eSport belum dikukuhkan secara resmi oleh komite olimpiade OCA sebagai dewan olimpiade Asia. Faktanya khusus untuk pertandingan dalam cabang eSport di ajang Asian Games 2018, hanya sebanyak 18 negara yang berhasil lolos kualifikasi yang dilakukan oleh Asian Electronic Sports Federation (AESF).

    Sebagai tuan rumah kala itu, Indonesia sudah mengirimkan 17 atlet eSport nya dan mengikutsertakan semua kategori permainan yang dipertandingkan. Kategori pada cabang olahraga eSport di Asian Games 2018 dipilih berdasarkan enam game online. Game-game tersebut terpilih oleh Federasi Olahraga Elektronik Asia atau Asian Electronic Sports Federation (AESF). Tidak boleh sembarangan, aturan dalam federasi menyebutkan bahwa eSport tetap harus mempromosikan integritas, etika, dan permainan yang adil. Oleh karena itu, komite Olimpiade Internasional tidak mengizinkan game yang mengandung kekerasan atau penembakan untuk masuk ke dalam cabang eSport.

     Di era kiwari, industri gaming online rupanya telah menjadi sebuah komoditas. Untuk itulah IndiHome sebagai layanan internet andalan berkomitmen menghadirkan inovasi olahraga elektronik (eSport) di Indonesia dengan meluncurkan Limitless ESport Academy atau yang biasa disingkat dengan LEAD. Ini merupakan akademi eSport dengan konsep athlete enablement. Artinya, memberdayakan atlet dan melatih seorang gamer (player) yang semula bermain game sebatas hobi saja, dibina menjadi professional player (pro-player) yang benar-benar bermental atlet.

       Perlu digarisbawahi, tidak semua proplayer adalah atlet eSport, namun atlet eSport sudah pasti seorang proplayer. Perbedaan yang mendasar dari seorang pro-player dengan atlet eSport adalah terletak pada aspek mentalitasnya. Para atlet eSport adalah orang-orang pilihan yang siap digembleng sportifitasnya. Sebagaimana atlet cabang olahraga lainnya, atlet eSport juga membutuhkan latihan rutin agar semakin berkualitas dan tetap menjunjung tinggi sportifitas. Tak heran mereka harus rutin dalam menajamkan skill, menguasai trik dan strategi permainan, kerja sama tim, disiplin, serta menjaga pola hidup sehat. Di sinilah LEAD mengambil peran di mana talenta-talenta baru atlet eSport akan dibina untuk menjadi seorang atlet eSport yang tangguh dan berkarakter.

Aktivitas Tanpa Batas Calon Juara Gim Elektronik

        Calon atlet eSport ini juga berkesempatan besar untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang turnamen. Baik itu dalam skala nasional bahkan hingga level internasional. Sesuai dengan semangat yang ingin diusung yaitu semangat berlatih tanpa batas, kehadiran program LEAD diharapkan dapat melahirkan the next big thing atlet-atlet eSport Indonesia yang mampu berkiprah dalam lingkup global.

           Salah satu aspek penting dalam ekosistem eSport adalah kaderisasi atlet. Untuk itu, LEAD hadir dan berkomitmen mencetak sebanyak-banyaknya atlet eSport yang memiliki spirit dan berdaya saing di dunia internasional. Bergabung menjadi anggota LEAD bisa dibilang surga dan setiap atlet binaan bisa merasakan manfaat internet tak terbatas. Hal ini bukan sekedar isapan jempol semata. Sebab LEAD by IndiHome menjadi wadah belajar bagi para player untuk menjadi atlet eSport sejati.

         Sebagai upaya mendukung ekosistem eSport, Akademi LEAD juga telah mengirimkan jebolannya ke turnamen bergengsi World Rift SEA Champions Indonesia yang merupakan turnamen pertama kalinya di tahun 2022 yang diinisiasi oleh Wild Rift oleh bentukan Riot Games. Wild Rift Champions SEA Indonesia akan mengusung empat format berbeda untuk menentukan sang juara, diantaranya: Open Qualifier Swiss, Open Qualifier KO, Regular Season dan Playoffs.

         Turnamen bergengsi Wild Rift Champions SEA Indonesia memperebutkan hadiah uang tunai total senilai Rp 1,4 miliar. Bukan kaleng-kaleng! Juara 1 turnamen tersebut berhak mengantongi hadiah Rp 285 juta, juara ke-2 hadiah Rp 235 juta dan juara ke-3 hadiah Rp 200 juta. Tidak hanya hadiah uang tunai, juara dari turnamen regional tersebut juga berhak mendapatkan slot golden ticket untuk bertanding di Wild Rift Champions SEA Finals.

      Besar harapan dengan adanya LEAD by IndiHome di bawah naungan Telkom Group ini, seperti menghadirkan kembali semangat dan cara pandang baru tentang dunia gaming. Bahwa gaming bukan hanya sebatas hobi, tapi bisa menjadi sebuah profesi yang juga bermanfaat bagi masyakarat Indonesia. Nah, itulah beberapa keuntungan yang sangat menjanjikan menjadi seorang atlet eSport yang bisa dijadikan sebagai inspirasi buat kalian. 

     Bagaimana nih? Apa kalian siap jadi gamer profesional? Keputusan kembali ada di tangan kalian masih memilih game elektronik atau online sebagai selingan hiburan untuk sekedar mengisi waktu luang saja atau siap menjadi atlet kebanggaan masa depan dengan berjuta impian bersama IndiHome sebagai penyedia layanan Internetnya Indonesia yang siap mewujudkan mimpi tanpa batas.

  • No Comments
  • July 17, 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *