19 C Jakarta
Tuesday 27th February 2024
By SamAzhar

Kampanye Hari Kanker Sedunia 2020 Tekankan Langkah Pencegahan Hindarkan Tindakan Pengobatan


Sobat
healthies,
Kalau
bicara tentang penyakit ngga akan pernah ada habisnya ya? Jangankan melihat
orang lain menderita, diri sendiri pun tak kuasa untuk merasakannya.

Banyak
hal jadi tidak produktif ketika kita sedang sakit. Orang-orang yang sayang dan
cinta di sekeliling kita pun merasa dampak yang sama. Perhatian mereka
teralihkan dan mau tidak mau turut memikirkan dan turun tangan untuk merawat.
Mirisnya justru di jaman now angka yang menderita sakit malah disebabkan oleh
penyakit tidak menular. Seringkali muncul tanpa tanda-tanda atau gejala sakit
kemudian diam-diam menggerogoti lalu mengancam nyawa seseorang.

Sering
kita mendengar beberapa publik figur termasuk dari kalangan selebritis tutup
usia di usia yang belum dikatakan lanjut usia. Kebanyakan dari mereka ternyata
menderita penyakit yang disebut kanker. Bahkan yang belum lama ini cukup
mengagetkan adalah penyanyi muda pria berbakat Vidi Aldiano yang divonis menderita
kanker ginjal dan terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Singapura demi menjalani
pengobatan. Bisa dibilang kanker merupakan penyebab angka kematian kedua
terbesar di dunia. Paling tidak terdapat 18 juta orang terdiagnosis kanker dan
hampir lebih dari setengahnya meninggal dunia akibat penyakit tersebut setiap
tahunnya. Diperkirakan di tahun 2040 jumlahnya akan terus meningkat menjadi
29.5 juta orang.

Sekitar
70% kematian akibat kanker terjadi pada negara berkembang termasuk Indonesia.
Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 pun prevalensinya masih cukup tinggi
yaitu 1.8 per 1000 penduduk. Data dari WHO juga menyebut 348.809 kasus baru dan
angka kematian akibat kanker mencapai 207.210 di Indonesia. Ternyata hal ini
disebabkan karena sebagian besar pasien yang datang ketika sudah stadium lanjut
sehingga penanganannya lebih bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup atau
paliatif ketimbang tujuan untuk kontrol kanker dan mencegah penyebaran atau
langkah kuratif.

Ada
yang tahu apa itu kanker?

Jadi
penyakit kanker merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan adanya
sel atau jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali
dan dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh si penderita.

Sel
kanker bersifat ganas dan dapat menyerang serta merusak sel-sel normal di
sekitarnya sehingga merusak fungsi jaringan tersebut. Penyebaran (metastasis)
sel kanker dapat melalui pembuluh darah maupun getah bening. Sel penyakit
kanker dapat berasal dari semua unsur yang membentuk organ, selama perjalanannya
kemudian tumbuh dan menggandakan diri sehingga membentuk massa tumor.
Kanker
dapat menyerang siapa saja baik pria maupun wanita. Tidak menutup kemungkinan
usia belia hingga dewasa baik itu anak-anak hingga lanjut usia. Banyak sekali
jenis kanker yang menyerang manusia, namun ada beberapa jenis kanker yang
sering menyerang pria dan banyak juga dialami oleh para wanita. Sebut saja pada
pria antara lain kanker paru, kanker otak, getah bening, prostat, hati dan
nasopharing. Sedangkan pada wanita meliputi kanker payudara, leher rahim
(serviks), kolorektal, ovarium dan paru.

Nah
kalau kanker yang sering menyerang anak-anak adalah kanker mata
(retinoblastoma) dan kanker darah (Leukimia). Kanker tumbuh setempat dan
seringkali tidak menimbulkan gejala atau keluhan yang berarti. Pantas saja
orang yang sudah terkena kanker tidak sadar jika sudah menderita. Sebagai
tambahan informasi terdapat 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan
lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada tidaknya kanker dengan singkatan WASPADA.

Di
antaranya meliputi:
1.
Waktu buang air besar atau kecil dan
perubahan kebiasaan atau gangguan.
2.
Alat pencernaan terganggu dan susah
menelan.
3.
Suara serak atau batuk yang tidak
sembuh-sembuh.
4.
Payudara atau di tempat lain ada
benjolan (tumor).
5.
Andeng-andeng (tahi lalat) yang
berubah sifatnya menjadi besar dan gatal.
6.
Darah atau lendir yang abnormal
keluar dari tubuh.
7.
Adanya koreng atau borok yang tidak
mau sembuh-sembuh.

Ada
yang tahu ngga kalo pembiayaan kanker sangat besar dan menjadi permasalahan
pemerintah serta masyarakat. Menurut data BPJS tahun 2018 pasien penyakit
Kanker telah menghabiskan biaya pengobatan sebesar 3.4 triliun rupiah. 
Salah
satu upaya yang penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan kanker di
Indonesia adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Nah
untuk itu pekan lalu tepatnya Selasa (4/2) aku sempat menghadiri pertemuan para
bloger dan pegiat sosial media untuk memperingati hari kanker sedunia 2020 yang
jatuh pada tanggal yang sama diselenggarakan oleh pihak P2PTM Kemenkes RI di
hotel Manhattan, Kuningan Jaksel.
Dengan
mengundang narasumber yang kompeten di bidangnya diantaranya Ibu dr. Cut Putri
Arianie, MHKes selaku Direktur P2PTM dan Ibu Prof Dr dr Soehartati A
Gondhowiardjo, Sp.Rad(K)OnkRad. Tak kalah istimewa menghadirkan keluarga
penyintas dengan cancer supporter yang bercerita dan membagi pengalamannya
kepada kami para peserta yang hadir selama menemani dan merawat anggota
keluarganya yang mengidap kanker. Secara kebetulan anak dari salah seorang
menteri di era Orde Baru dalam kabinet Presiden Soeharto.

Tidak
ada hal yang spesial jika setiap tahun hari kanker selalu diperingati dengan
banyak kegiatan dan acara seremonial di dunia. Angka penderita penyakit ini
bukannya berkurang tapi malah terus bertambah. Jika boleh jujur tidak ada
satupun obat di dunia ini yang dapat menyembuhkan kanker hingga 0 persen. Lebih
baik kita mencari solusi dengan langkah pencegahan (preventif) daripada
menciptakan obat yang mujarab untuk kanker kan? Sebanyak 43% dari seluruh kasus
kanker dapat dicegah kok dengan cara mengurangi faktor risiko yang dapat
menyebabkan terjadinya kanker; seperti menghindari paparan asap rokok dan
produk tembakau lain serta alkohol, polutan dan lingkungan berbahaya,
memproteksi kulit dari sinar uv, diet seimbang, aktivitas fisik dan pencegahan
infeksi yang berhubungan dengan kanker. Termasuk menekan faktor hereditas atau
keturunan. Setidaknya 30% dari kasus kanker dapat disembuhkan bila ditemukan
dan diobati sejak dini.

Sejak
dari tahun 2006 hari kanker sedunia diselenggarakan setiap tanggal 4 Februari
untuk mengkampanyekan perang melawan kanker secara global. Kampanye hari kanker
sedunia ditujukan untuk mencegah jutaan kematian akibat kanker dengan
meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang kanker, mendorong pemerintah dan
semua orang untuk mengambil tindakan pencegahan dan pengendalian kanker. Hari
Kanker sedunia merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menyebarkan dan
meningkatkan peran serta masyarakat termasuk media.


Tema
Hari Kanker Sedunia 2019-2021 sesuai dengan tema SAYA ADALAH DAN SAYA AKAN (I am and I will) mengajak masyarakat
untuk menjalankan perannya masing-masing dalam rangka mengurangi beban akibat
kanker. Setiap dari masing-masing anggota masyarakat memiliki kekuatan untuk melakukan
tindakan dalam rangka mengurangi dampak kanker terhadap individu keluarga dan
komunitas. Hari Kanker sedunia merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan
apa yang dapat kita semua lakukan untuk membuat perubahan dalam perjuangan
melawan kanker.

Besar
harapan ke depan semoga hal ini tidak hanya sebatas kampanye atau gerakan
serentak yang masif dalam satu hari, bulan atau tahun saja tetapi terus
tertanam di benak semua orang serta berkelanjutan seterusnya. Amiin allahuma
amiin.

Untuk
mengetahui informasi lebih lanjut terkait Direktorat P2PTM dan Subdit Penyakit
Kanker dan Kelainan Darah silahkan berkunjung ke laman web www.p2ptm.kemkes.goid.

Salam
germas!
  • No Comments
  • February 9, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *