Modem Mifi HKM M22 Mendukung Mobilitas Internet Lancar

Program Kampung Zakat Nasional 2022 Berdayakan Masyarakat Tidak Mampu

 


Tak dapat kita pungkiri lagi jika kemiskinan masih terjadi di negara kita. Kondisi tersebut menjadi tantangan negara. Salah satunya dapat diatasi dengan menyempurnakan tata kelola zakat yang mampu betul-betul menyejahteraan umat melalui program-program yang kreatif dan inovatif. Salah satunya Program Kampung Zakat.

Beberapa waktu lalu tepatnya pada Kamis (24/11/22), Kementerian Agama mengadakan acara sosialisasi Kampung Zakat Nasional dengan mengandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZNAS) yang berlangsung di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Bapak Tarmizi Tohor selaku Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf berujar bahwa digelarnya acara sosialisasi Kempung Zakat Nasional ini bertujuan untuk mempersatukan persepsi, visi dan juga misi bersama dalam membantu masyarakat desa yang masih hidup dalam garis kemiskinan dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Bapak Tarmizi Tohor menilai bahwa zakat memiliki potensi yang luar biasa jumlahnya. Maka dari itu, pengelolaannya sebisa mungkin harus dimaksimalkan agar bisa membantu masyarakat luas, khususnya masyarkat miskin yang hidup dalam ketidak beruntungan (tidak mampu).

Bahkan menurut outlook data zakat 2021 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyebutkan bahwa total potensi zakat di Indonesia sangat besar, yaitu sebanyak Rp. 327,6 triliun rupiah. Oleh sebab itu sangat layak bila dikelola dengan tepat melalui program Kampung Zakat tersebut.

Dimana Kampung Zakat Nasional sendiri merupakan program pemberdayaan desa tertinggal melalui kerjasama antara Kementerian Agama RI dengan mengandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZNAS) serta pemerintah setempat yang dananya bersumber dari zakat, infaq, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.

Dan untuk pembangunan Kampung Zakat sendiri biasanya akan diadakan di lokasi yang mayoritas masyarakat miskin, karena kehadiran Kampung Zakat memiliki beberapa tujuan seperti berikut ini:

1. Memberikan berbagai fasilitas kemudahan bagi masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan untuk memperoleh hak dasarnya dan mengangkat harkat dan martabat umat yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

2. Pembinaan masyarakat di bidang agama, kesehatan, wirausaha, dan mental dalam membentuk karakter masyarakat yang mandiri dan kreatif.

3. Berbagi peran kepada pemangku kepentingan (stakeholders) zakat dalam meningkatkan perekonomian mustahik (pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, kebutuhan sembako tercukupi, pelayanan dan perlindungan sosial, pembinaan mental, dan membuka lapangan pekerja

4. Memberikan pembekalan melalui program pelatihan, pendampingan, penyuluhan, dan pembinaan secara berkelanjutan, sehingga mustahik yang terbantu dapat teratasi permasalahannya

5. Memberikan fasilitas terintegrasi bagi masyarakat miskin (mustahik) di satu kampung/desa di tiap provinsi dengan memberdayakan dana ZIS. Adapun kemudahan yang akan diterima seperti bantuan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, fasilitas dan sarana umum.

Dengan berbagai tujuan tersebut, maka diharapkan dengan adanya Kampung Zakat ini nantinya bisa benar-benar menjadi sebuah terobosan yang benar-benar jitu untuk membantu mengentaskan kemiskinan yang ada melalui pemberdayaan masyarakat miskin yang berkelanjutan.

Pemberdayaan Masyarakat Miskin Dengan Kampung Zakat

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya untuk pengentasan kemiskinan agar masyarakat miskin dapat ke luar dari garis kemiskinan. Dimana pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai fasilitas dan dukungan, agar masyarakat mampu memutuskan, merencanakan, dan mengambil tindakan untuk mengelola dan mengembangkan lingkungan fisiknya serta kesejahteraan sosial.

Jadi, pemberdayaan yang dilakukan ini adalah upaya untuk memandirikan aspek kehidupan orang-orang yang termasuk dalam kategori miskin. Dan langkah pemberdayaan ini akan dilakukan mulai dari desa karena merupakan sumber kemiskinan terbanyak terletak di desa.

Menurut sebuah studi, bahwa ada sekitar 40% sumber permasalahan nasional bersumber dari desa, maka dengan kita menyelesaikan permasalahan di desa, itu secara tidak langsung dapat menyelesaikan permasalahan secara nasional juga.

Perlu dicatat, manfaat kampung zakat ini dapat dirasakan oleh seluruh umat beragama, bukan hanya umat Islam. Tidak sedikit umat beragama lainnya membuka usaha atau jasa bernilai ekonomis disekitar kampung zakat, dan sukses. 

Komentar