Modem Mifi HKM M22 Mendukung Mobilitas Internet Lancar

Semangat Ekspansi Qlue Pacu Terciptanya Smart Nation di Indonesia Tahun 2020


Dengan diresmikannya Palapa Ring otomatis membuka jalur penghubung antar kota di nusantara. Tak heran jika infrastruktur serat optik tersebut menciptakan start up berbasis teknologi pintar di Indonesia. Kesemuanya memberikan kemudahan dan percepatan dalam segala hal. Mulai dari fasilitas pembayaran (payment) hingga transportasi bahkan kebutuhan birokrasi berbagai instansi pemerintah dan sektor swasta serta pemangku kepentingan (stake holder) lainnya. Tentu saja akan mengintegrasikan jaringan antar wilayah di tanah air.

Bicara masalah kondisi geografis dan tata wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. Apalagi terkait penanganan bencana. Sebut saja bencana banjir yang sering melanda ibukota. Genangan air dan jalanan yang rusak seringkali menjadi pemicu terganggunya lalin di jalan. Upaya perbaikan terus dilakukan oleh pemerintah provinsi. Ketimbang menghakimi dan malah menyalahkan kita juga bias lho turut berkontribusi serta berpartisipasi demi kelancaran infrastruktur dalam rangka perbaikan sarana dan prasarana kota. Kita sebagai masyarakat cukup melaporkan kendala dan masalah yang berada di sekitar. Seperti masalah jalanan rusak atau genangan air tadi ke aplikasi pelaporan berbasis percepatan. Melalui aplikasi tersebut akan diteruskan ke pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti.

Sejak diperkenalkan tahun 2016 lalu, saat ini Qlue telah menjadi startup teknologi yang menghadirkan solusi kota pintar paling komprehensif di Indonesia. Dengan misi mempercepat perubahan positif di seluruh dunia, Qlue membangun platform solusi smart city berbasiskan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI), Internet of Things (IoT) dan Mobile Workforce.

Qlue berkomitmen untuk menerapkan berbagai solusi teknologi kota pintar untuk sektor pemerintah dan swasta di Indonesia. Solusi Qlue saat ini terdiri dari QlueApp (aplikasi pelaporan warga), QlueVision (analisis video CCTV berbasis kecerdasan buatan), QlueWork (mobile workforce management), QlueDashboard (platform visualisasi data), dan QlueSense (solusi produk berbasis IoT).



Solusi teknologi Qlue terbukti membantu pemerintah dan swasta dalam pengambilan keputusan (decision maker) berbasis data. Saat ini, Qlue dipercaya oleh lebih dari 50 klien dari lembaga pemerintah, organisasi bantuan bencana, kota satelit, perusahaan swasta di berbagai industri. Perusahaan ekosistem smart city yang terlengkap di Indonesia, Qlue, menutup tahun 2019 dengan pertumbuhan bisnis di atas 50% dibandingkan tahun 2018. Pada Selasa (17/12) bertempat di kantor PT Qlue Performa Indonesia yang berada di kawasan Pejaten, Jaksel mengadakan media dan blogger gathering yang mengangkat Qlue 2019 'Year of Hard Work and Innovations'.

Pencapaian positif Qlue didorong oleh tiga faktor, yaitu fokus pengembangan produk solusi smart city, ekspansi bisnis di dalam dan luar negeri, dan kolaborasi dengan mitra bisnis yang memiliki kesamaan visi dan misi.

Founder & CEO Qlue, Rama Raditya, menjelaskan strategi Qlue di 2019 ini dengan mengembangkan solusi smart city berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan mobile workforce membawa perkembangan positif bagi perusahaan. Qlue menjadi market leader yang menawarkan solusi komprehensif di industri smart city.

“Qlue mencatat pertumbuhan bisnis yang luar biasa dengan meningkatnya pendapatan perusahaan di atas 50% dengan jumlah klien yang meningkat 89% menjadi 85 klien yang terdiri dari instansi pemerintah dan swasta. Pencapaian ini hasil dari setiap QlueWarga yang telah bekerja dengan sepenuh hati dan terus berinovasi sehingga membawa dampak luar biasa di 2019 ini,” kata Rama Raditya.

Rama Raditya menambahkan, dampak sosial yang diciptakan oleh Qlue sepanjang tahun 2019 membuat Qlue meraih berbagai apresiasi dari berbagai asosiasi atau instansi di dalam dan luar negeri. Dimulai dari keberhasilan Qlue meraih Best M-Government Service Awards di The World Government Summit 2019, Startup of The Year 2019 dari Jumpstart Magazine Hong Kong, Indonesia Best IoT Startup 2019 dari ASEAN Rice Bowl Startup Awards 2019, hingga The Innovator Awards 2019 dari Majalah Forbes Indonesia.

Selain itu Qlue juga mendapatkan dukungan dari berbagai badan dan asosiasi baik dari luar maupun dalam negeri seperti GSMA, Microsoft, NVIDIA, Facebook, hingga Gojek. Dukungan dari khalayak internasional semakin memantapkan langkah mereka untuk terus berekspansi di luar negeri. Berbagai apresiasi tersebut telah menjadi inspirasi dan penyemangat untuk terus mengembangkan bisnis dan teknologi Qlue di masa mendatang.

Co-Founder dan Chief Technology Officer Qlue, Andre Hutagalung, menjelaskan saat ini pengguna aplikasi Qlue telah mencapai lebih dari 750 ribu orang di seluruh Indonesia. Saat ini Qlue telah melayani di lebih dari 40 provinsi, kota dan kabupaten. Sepanjang 2019 Qlue telah membawa dampak positif di lebih dari 30 kota dan kabupaten baru, antara lain Minahasa, Tarakan, Kupang dan 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Belitung.

Solusi CCTV & Video Analytics QlueVision juga telah digunakan oleh tiga Balai Besar Jalan Nasional untuk mendapatkan analisis mengenai jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan nasional di Banten, Mataram, dan Papua. Analisis tersebut digunakan oleh Kementerian PUPR untuk menganggarkan perbaikan jalan secara akurat. Selain itu, Qlue juga telah mengembangkan aplikasi Polisiku dan command center yang telah diterapkan di 22 Polda dan 5 Polres di seluruh Indonesia dan digunakan di lebih dari 86 ribu personel polisi. “Implementasi command center dan aplikasi Polisiku di 34 Polda dan seluruh Polres di Indonesia ditargetkan akan rampung pada pertengahan 2020 sehingga seluruh personel polisi dapat melakukan koordinasi dengan baik antara petugas di lapangan dengan command center.

Pihaknya mengembangkan solusi smart city yang dapat membantu instansi pemerintah dan swasta untuk semakin cepat dan responsif dalam menerima laporan dan masalah. Dengan memanfaatkan platform berbasis kecerdasan buatan dan IoT, serta integrasi data maka klien dapat meningkatkan produktivitas kerja dan bekerja lebih efisien dalam menangani permasalahan kota. Bang Andre menjelaskan di hadapan para tamu undangan.

Bang Andre mengatakan memasuki tahun 2020, Qlue terus mengembangkan solusi smart city yang berfokus pada smart mobility, smart security, dan smart environment. Saat ini Qlue telah memiliki produk unggulan seperti QlueApp, yaitu aplikasi pelaporan warga, QlueWork, yaitu aplikasi untuk meningkatkan koordinasi antar instansi yang efektif, QlueVision, yaitu CCTV integration and analysis berbasiskan kecerdasan buatan, QlueDashboard sebagai platform visualisasi data, dan QlueSense, solusi smart city berbasiskan IoT.

Dalam perjalanannya, kami merasa perlu untuk lebih mengembangkan berbagai solusi smart city berbasis kecerdasan buatan, IoT dan machine learning untuk membantu memecahkan berbagai permasalahan di Indonesia, khususnya masalah kota seperti kemacetan, keamanan, dan lingkungan. Pada awal 2020, Qlue berencana untuk menggarap sektor smart environment dengan menciptakan produk yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Mbak Maya Arvini selaku Chief Commercial Officer Qlue juga mengatakan ekspansi bisnis di dalam dan luar negeri yang dilakukan oleh Qlue didukung oleh performa tim pengembangan bisnis yang melakukan penjualan secara langsung dan dibantu oleh mitra bisnis yang memiliki kesamaan visi dengan Qlue, mulai dari system integrator, penyedia platform dan perangkat keras, hingga firma konsultan.


Dari 85 klien Qlue saat ini yang terdiri dari instansi pemerintah sebesar 55% dan swasta sebesar 45%. Tahun 2020, Qlue fokus untuk terus melakukan ekspansi di sektor swasta, dengan meningkatkan target 60% dari sektor swasta dan 40% dari instansi pemerintah. Qlue menargetkan akan melakukan implementasi di lebih dari 100 kota di Indonesia, dan di lima kota di Asia dan Eropa.

Mbak Maya merasa bersemangat karena telah berhasil menutup tahun ini dengan berbagai pencapaian luar biasa baik dari segi bisnis maupun pengembangan teknologi. Dengan berbagai inovasi teknologi Qlue yang terus dikembangkan, pihaknya optimis untuk tetap fokus menargetkan pertumbuhan bisnis lebih dari 50% di tahun mendatang. Sebut saja Qlue saat ini telah memiliki kantor perwakilan di Kuala Lumpur, Malaysia. Geliat Qlue bahkan terus melakukan ekspansi di luar negeri, dengan mengincar pasar Asia dan Eropa pada tahun 2020 mendatang.

Komentar