Modem Mifi HKM M22 Mendukung Mobilitas Internet Lancar

Kampanye Hari Kanker Sedunia 2020 Tekankan Langkah Pencegahan Hindarkan Tindakan Pengobatan


Sobat healthies,
Kalau bicara tentang penyakit ngga akan pernah ada habisnya ya? Jangankan melihat orang lain menderita, diri sendiri pun tak kuasa untuk merasakannya.

Banyak hal jadi tidak produktif ketika kita sedang sakit. Orang-orang yang sayang dan cinta di sekeliling kita pun merasa dampak yang sama. Perhatian mereka teralihkan dan mau tidak mau turut memikirkan dan turun tangan untuk merawat. Mirisnya justru di jaman now angka yang menderita sakit malah disebabkan oleh penyakit tidak menular. Seringkali muncul tanpa tanda-tanda atau gejala sakit kemudian diam-diam menggerogoti lalu mengancam nyawa seseorang.

Sering kita mendengar beberapa publik figur termasuk dari kalangan selebritis tutup usia di usia yang belum dikatakan lanjut usia. Kebanyakan dari mereka ternyata menderita penyakit yang disebut kanker. Bahkan yang belum lama ini cukup mengagetkan adalah penyanyi muda pria berbakat Vidi Aldiano yang divonis menderita kanker ginjal dan terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Singapura demi menjalani pengobatan. Bisa dibilang kanker merupakan penyebab angka kematian kedua terbesar di dunia. Paling tidak terdapat 18 juta orang terdiagnosis kanker dan hampir lebih dari setengahnya meninggal dunia akibat penyakit tersebut setiap tahunnya. Diperkirakan di tahun 2040 jumlahnya akan terus meningkat menjadi 29.5 juta orang.

Sekitar 70% kematian akibat kanker terjadi pada negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 pun prevalensinya masih cukup tinggi yaitu 1.8 per 1000 penduduk. Data dari WHO juga menyebut 348.809 kasus baru dan angka kematian akibat kanker mencapai 207.210 di Indonesia. Ternyata hal ini disebabkan karena sebagian besar pasien yang datang ketika sudah stadium lanjut sehingga penanganannya lebih bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup atau paliatif ketimbang tujuan untuk kontrol kanker dan mencegah penyebaran atau langkah kuratif.

Ada yang tahu apa itu kanker?

Jadi penyakit kanker merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan adanya sel atau jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali dan dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh si penderita.

Sel kanker bersifat ganas dan dapat menyerang serta merusak sel-sel normal di sekitarnya sehingga merusak fungsi jaringan tersebut. Penyebaran (metastasis) sel kanker dapat melalui pembuluh darah maupun getah bening. Sel penyakit kanker dapat berasal dari semua unsur yang membentuk organ, selama perjalanannya kemudian tumbuh dan menggandakan diri sehingga membentuk massa tumor.

Kanker dapat menyerang siapa saja baik pria maupun wanita. Tidak menutup kemungkinan usia belia hingga dewasa baik itu anak-anak hingga lanjut usia. Banyak sekali jenis kanker yang menyerang manusia, namun ada beberapa jenis kanker yang sering menyerang pria dan banyak juga dialami oleh para wanita. Sebut saja pada pria antara lain kanker paru, kanker otak, getah bening, prostat, hati dan nasopharing. Sedangkan pada wanita meliputi kanker payudara, leher rahim (serviks), kolorektal, ovarium dan paru.

Nah kalau kanker yang sering menyerang anak-anak adalah kanker mata (retinoblastoma) dan kanker darah (Leukimia). Kanker tumbuh setempat dan seringkali tidak menimbulkan gejala atau keluhan yang berarti. Pantas saja orang yang sudah terkena kanker tidak sadar jika sudah menderita. Sebagai tambahan informasi terdapat 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada tidaknya kanker dengan singkatan WASPADA.

Di antaranya meliputi:
1. Waktu buang air besar atau kecil dan perubahan kebiasaan atau gangguan.
2. Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
3. Suara serak atau batuk yang tidak sembuh-sembuh.
4. Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor).
5. Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya menjadi besar dan gatal.
6. Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh.
7. Adanya koreng atau borok yang tidak mau sembuh-sembuh.

Ada yang tahu ngga kalo pembiayaan kanker sangat besar dan menjadi permasalahan pemerintah serta masyarakat. Menurut data BPJS tahun 2018 pasien penyakit Kanker telah menghabiskan biaya pengobatan sebesar 3.4 triliun rupiah. Salah satu upaya yang penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan kanker di Indonesia adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Nah untuk itu pekan lalu tepatnya Selasa (4/2) aku sempat menghadiri pertemuan para bloger dan pegiat sosial media untuk memperingati hari kanker sedunia 2020 yang jatuh pada tanggal yang sama diselenggarakan oleh pihak P2PTM Kemenkes RI di hotel Manhattan, Kuningan Jaksel.

Dengan mengundang narasumber yang kompeten di bidangnya diantaranya Ibu dr. Cut Putri Arianie, MHKes selaku Direktur P2PTM dan Ibu Prof Dr dr Soehartati A Gondhowiardjo, Sp.Rad(K)OnkRad. Tak kalah istimewa menghadirkan keluarga penyintas dengan cancer supporter yang bercerita dan membagi pengalamannya kepada kami para peserta yang hadir selama menemani dan merawat anggota keluarganya yang mengidap kanker. Secara kebetulan anak dari salah seorang menteri di era Orde Baru dalam kabinet Presiden Soeharto.

Tidak ada hal yang spesial jika setiap tahun hari kanker selalu diperingati dengan banyak kegiatan dan acara seremonial di dunia. Angka penderita penyakit ini bukannya berkurang tapi malah terus bertambah. Jika boleh jujur tidak ada satupun obat di dunia ini yang dapat menyembuhkan kanker hingga 0 persen. Lebih baik kita mencari solusi dengan langkah pencegahan (preventif) daripada menciptakan obat yang mujarab untuk kanker kan? Sebanyak 43% dari seluruh kasus kanker dapat dicegah kok dengan cara mengurangi faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker; seperti menghindari paparan asap rokok dan produk tembakau lain serta alkohol, polutan dan lingkungan berbahaya, memproteksi kulit dari sinar uv, diet seimbang, aktivitas fisik dan pencegahan infeksi yang berhubungan dengan kanker. Termasuk menekan faktor hereditas atau keturunan. Setidaknya 30% dari kasus kanker dapat disembuhkan bila ditemukan dan diobati sejak dini.

Sejak dari tahun 2006 hari kanker sedunia diselenggarakan setiap tanggal 4 Februari untuk mengkampanyekan perang melawan kanker secara global. Kampanye hari kanker sedunia ditujukan untuk mencegah jutaan kematian akibat kanker dengan meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang kanker, mendorong pemerintah dan semua orang untuk mengambil tindakan pencegahan dan pengendalian kanker. Hari Kanker sedunia merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menyebarkan dan meningkatkan peran serta masyarakat termasuk media.


Tema Hari Kanker Sedunia 2019-2021 sesuai dengan tema SAYA ADALAH DAN SAYA AKAN (I am and I will) mengajak masyarakat untuk menjalankan perannya masing-masing dalam rangka mengurangi beban akibat kanker. Setiap dari masing-masing anggota masyarakat memiliki kekuatan untuk melakukan tindakan dalam rangka mengurangi dampak kanker terhadap individu keluarga dan komunitas. Hari Kanker sedunia merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan apa yang dapat kita semua lakukan untuk membuat perubahan dalam perjuangan melawan kanker.

Besar harapan ke depan semoga hal ini tidak hanya sebatas kampanye atau gerakan serentak yang masif dalam satu hari, bulan atau tahun saja tetapi terus tertanam di benak semua orang serta berkelanjutan seterusnya. Amiin allahuma amiin.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait Direktorat P2PTM dan Subdit Penyakit Kanker dan Kelainan Darah silahkan berkunjung ke laman web www.p2ptm.kemkes.goid.


Salam germas!

Komentar