Ngobrol Asik Generasi Milenial Sehat Cerdas Seputar Pangan Aman dalam Memperingati World Food Day 2019


Sobat healthies,
Coba di sini ngacung hayoo? Siapa yang ngaku demen jajan di abang-abang gerobakan pinggir jalan? Gorengan, cilok, cilor, telor gulung, batagor dan sejenisnya. Atau siapa aja biasanya yang hobi pesan makanan alias jajan lewat bantuan aplikasi online atau jasa layanan antar?
Banyak alasan seperti mager atau ngga punya banyak buat masak. Bahkan kepingin lebih praktis atau ngga mau ribet kerepotan ke luar rumah dan kantor karena tugas atau kerjaan menumpuk. Tapi tahu ngga sih. Sadar ngga nih kalian semua? Ada yang tahu atau bisa jawab ngga? Pangan yang aman itu seperti apa?
Bersih, higienis, dari segi warna, aroma dan rasa aman ketika dikonsumsi? Ternyata itu semua belumlah cukup. Kita sebagai konsumen cerdas juga musti memperhatikan legalitas keamanan dan keaslian produk yang kita beli.
Jika merunut ke belakang faktor utama penyebab penyakit dan kematian di seluruh dunia bermula dari kebiasaan pola pangan yang tidak sehat dan gaya hidup yang kurang aktif. Menurut badan PBB yang berfokus pada pangan, Food and Agriculture Organization (FAO), kebiasaan ini telah menjadi faktor pembunuh dan disabilitas nomor 1 di dunia.
Selain itu, fenomena kekurangan gizi dan kelebihan gizi serta obesitas sering terjadi secara bersamaan baik di negara maju maupun negara berkembang. Kondisi tersebut memprihatinkan dengan melihat fakta dimana terdapat lebih dari 670 juta orang dewasa dan 120 juta anak (5–19 tahun) perempuan dan laki-laki di dunia mengalami obesitas, dan lebih dari 40 juta anak balita kelebihan berat badan, sementara lebih dari 820 juta orang menderita kelaparan. Miris!
Kita ketahui bahwa tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia atau World Food Day. Setiap tahunnya, kita diminta untuk mampu mempromosikan aksi melawan kelaparan di seluruh dunia, memastikan keamanan pangan serta pola hidup dengan pangan yang bergizi dan sehat untuk seluruh penduduk di dunia.
Dengan tema global “Our Actions are Our Future". Healthy Diets for a #zerohunger world”. Hari Pangan Sedunia pada tahun ini kembali menyoroti upaya yang lebih cermat dalam memastikan keamanan pangan dan pola pangan sehat untuk semua orang. Dalam hal ini badan POM turut mengadakan kampanye Hari Pangan Sedunia lho melalui dialog langsung dengan masyarakat yang mengusung tema “Ngobrol Asyik Bareng Badan POM: Makan Sehat Ala Generasi Cerdas” yang diselenggarakan di Mitra Terrace, bilangan Gatot Soebroto, Jaksel pada Sabtu (09/11).
Acara ini juga dihadiri generasi milenial yang berasal dari berbagai pelajar SMA/SMK di Jakarta serta PKL yang menjajakan pangan aman dan bergizi di kawasan Mitra Terrace. Tak ketinggalan para lifestyle bloger yang peduli tentang kesehatan. Lokasi tersebut dipilih bukan tanpa alasan, konsep cafĂ© atau food court atau pujasera kini sedang digandrungi oleh banyak kalangan anak muda sehingga banyak didatangi oleh generasi milenial karena letaknya yang strategis.
Tidak hanya talkshow, berbagai games atau kompetisi dan quiz turut menyemarakkan rangkaian acara pada sore hingga malam harinya. Kemudian diakhiri oleh penampilan musik band. Acara tersebut dipandu dan dimoderatori oleh MC kondang, Kemal dari Gen FM yang turut memeriahkan peringatan Hari Pangan Sedunia di Jakarta.
Saat ini, anak-anak serta remaja generasi milenial, khususnya di daerah perkotaan dengan mudah mengakses pangan siap saji baik yang tersedia di pinggir jalan maupun secara online dengan harga yang relatif terjangkau dan beraneka macam. Namun tidak dibarengi dengan kesadaran sebagai generasi muda untuk mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bernilai gizi.
Terkait hal tersebut, Badan POM tidak henti-hentinya menjalankan misi untuk mengedukasi generasi milenial dan para pelaku usaha pangan khususnya Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk membangun kesadaran (awareness) mereka tentang diet sehat yang berhubungan dengan makanan jalanan (street food). Tema acara “Makan Sehat ala Generasi Cerdas” diangkat dengan semangat untuk memberikan inspirasi dan wawasan kepada generasi milenial untuk mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.
Ibu Penny mengajak seluruh pihak tanpa terkecuali bersama-sama untuk bersinergi mengawal keamanan pangan di Indonesia baik melalui pembinaan maupun pengawasan. Dalam hal ini generasi milenial juga harus berperan serta secara aktif untuk mewujudkan Indonesia yang maju, terdepan dari segi tingkat keamanan pangan yang unggul.
Menjawab tantangan di era industri 4.0 yang memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai produk Obat dan Makanan tersebut, Badan POM telah bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan beberapa pelaku industri marketplace antara lain seperti Bukalapak, Halodoc, Klik Dokter, Grab, dan Gojek. Kerja sama ini dilatarbelakangi hasil pengawasan Badan POM melalui tim Cyber Patrol yang menunjukkan bahwa banyak produk Obat dan Makanan khususnya yang tidak memenuhi standar keamanan, manfaat, lagi mutu yang diperjualbelikan melalui berbagai platform marketplace tersebut. 
Kerja sama ini diharapkan akan meningkatkan efektivitas pengawasan keamanan, kualitas dan mutu serta kebenaran informasi dari produk obat dan makanan yang beredar secara online sehingga masyarakat terhindar dari produk yang tidak memenuhi syarat dan berisiko atau berdampak terhadap kesehatan.
Badan POM selaku lembaga yang berwenang mengawasi produk obat dan makanan juga telah berupaya membuat terobosan dengan memanfaatkan teknologi informasi yaitu melalui penerapan 2D Barcode. Di era digital saat ini, sistem 2D Barcode memberikan manfaat bagi masyarakat terkait kemudahan akses informasi legalitas produknya. Di sisi pelaku usaha, sistem ini dapat menghindarkan terjadinya pemalsuan atau diversi. Bagi Badan POM selaku lembaga pengawas tentu sangat memudahkan dalam operasional pengawasan. Dengan melakukan pemindaian atau scan barcode melalui aplikasi BPOM Mobile, konsumen lebih mudah dalam memastikan legalitas produk Obat dan Makanan.
Badan POM juga mengajak masyarakat untuk menjadi Konsumen Cerdas dengan mengonfirmasi terlebih dahulu kebenaran setiap informasi terkait produk Obat dan Makanan yang diisukan berbahaya. Untuk itu, Badan POM bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Masyarakat diminta tidak membuat dan/atau ikut menyebarkan kabar hoax terkait Obat dan Makanan, karena akan merugikan banyak pihak dan meresahkan masyarakat luas.
Khusus terkait pangan, Badan POM mengajak masyarakat untuk aktif menyebarluaskan informasi mengenai pentinya keamanan pangan. Pangan yang tidak memenuhi aspek keamanan, mutu dan gizi dapat menimbulkan masalah kesehatan diantaranya penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan lain lain serta kejadian luar biasa yang diakibatkan karena pangan misalnya diare, muntah, dan sebagainya.
Badan POM tidak bosan-bosannya mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu “Cek KLIK” sebelum membeli produk, yaitu dengan mengecek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa. Jika menemukan berita-berita terkait produk makanan berbahaya yang belum jelas kebenarannya, masyarakat diminta sigap dan langsung menghubungi Badan POM melalui Halo BPOM 1500533 atau berbagai platform media sosial official milik Badan POM.
Dengan adanya kampanye keamanan pangan kepada masyarakat khususnya generasi milenial dan kalangan PKL diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyiapkan dan mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi dalam rangka menyukseskan program zero hunger world. Amiin ya rabbal alamiin.


Komentar