Modem Mifi HKM M22 Mendukung Mobilitas Internet Lancar

Perlunya Menumbuhkan Kesadaran Bencana Sejak Usia Dini




siapsiaga-bencana-di-sekolah
Ilustrasi praktik kesiapsiagaan bencana di sekolah
Sepanjang tahun 2018 bisa dikatakan tahun dirundung duka untuk Indonesia. Bagaimana tidak berbagai jenis bencana seolah singgah di tanah air , mulai dari gempa (NTB), banjir di Bandung, banjir bandang Tasikmalaya, meletusnya Gunung Anak Krakatau, puting beliung di Cianjur dan bencana teranyar yang memakan banyak korban yaitu likuifaksi dan Tsunami di wilayah Palu, Sigi dan Donggala. Belum lagi kejadian Tsunami yang terjadi di Selat Sunda dan  Lampung di penghujung tahun. Bencana ini datang tanpa mengenal musim, seakan tak mengenal jeda dan bertubi-tubi tanpa permisi.

siapsiaga-bencana-di-sekolah
Bencana kegeologian di Indonesia (dok. BNPB)
Indonesia merupakan  negara dengan potensi bencana alam sangat tinggi khususnya untuk bencana gempa bumi, letusan gunung berapi, dan Tsunami. Karena Indonesia bagian dari kepulauan yang secara geografis terletak di antara tiga lempeng besar dan juga berada di ring of fire sehingga kemungkinan bencana dapat terjadi kapan saja. Menurut Wisner, bencana alam yang terjadi di Indonesia tergolong ke dalam bencana tipe rapid onset atau bisa disebut kejadian yang berlangsung cepat dan memiliki total resiko kematian hingga mencapai 13%.

Guna mengurangi dampak bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tak henti-hentinya mensosialisasikan mitigasi bencana dan penanggulangannya di berbagai tempat. Termasuk dalam lingkup institusi pendidikan yaitu intra sekolah.

siapsiaga-bencana-di-sekolah
Sumber: act.or.id
Pemberdayaan anak usia sejak dini untuk memahami mitigasi bencana merupakan langkah awal membangun masyarakat yang sadar akan bencana. Sehingga ketika terjadi bencana siswa, guru dan masyarakat tidak lagi kebingungan dan panik karena telah memahami bagaimana cara menanggulangi risiko bencana. Dengan harapan pengetahuan yang didapat disebarkan pada lingkungan sekitar dalam rangka mengurangi risiko bencana (disaster risk).


Semua faktor itu tentunya akan mengakrabkan Indonesia dengan berbagai kemungkinan bencana alam. Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran masyarakat mengenai bencana alam, khususnya anak-anak sekolah yang sangat rentan terdampak jika bencana terjadi di saat jam sekolah.


Tips bagi Anak Menghadapi Bencana Alam


Dikutip dari parents.com, berikut ini hal-hal yang bisa orang tua arahkan kepada anak sebagai persiapan jika bencana alam terjadi:

siapsiaga-bencana-di-sekolah
Sumber: guesehat.com
  1. Jangan ragu untuk memantau berita mengenai tanda-tanda bencana alam, yang paling mudah adalah dengan memantau cuaca hari ini. Kamu bisa melihat kondisi alam melalui situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
  2. Beri anak fakta. Mungkin anak akan penasaran mengenai berita badai atau gempa yang mereka lihat di televisi. Orang tua bisa memberi tahu mereka yang sebenarnya, namun jangan sampai terkesan menakut-nakuti. Kita bisa coba mengatakan ke mereka, “Terkadang hal seperti ini bisa terjadi, sangat jarang namun bukan tidak mungkin ya, Nak."
  3. Ajak keluarga membuat rencana jika bencana alam terjadi. Dalam hal ini, libatkan pasangan serta anak-anak. Sebelumnya, jangan lupa untuk mencari tahu hal-hal apa saja yang seharusnya dipersiapkan, seperti pos evakuasi, barang-barang yang harus diselamatkan, dan lain-lain. Alangkah lebih baik jika ortu bisa membuat rencana untuk berbagai bencana alam, misalnya gempa bumi, badai, gunung meletus, banjir, dan sebagainya.
  4. Siapkan disaster kit atau kotak siaga. Rencana menghadapi bencana alam tanpa alat-alat akan menjadi tidak sempurna. Selain memberi tahu anak alat apa saja yang dibutuhkan, libatkan pula dirinya untuk mengumpulkan alat-alat tersebut. Tentunya hal ini akan membuat ia merasa bangga, karena bisa menjadi penyelamat keluarganya (family rescued).
siapsiaga-bencana-di-sekolah
Disaster Kit atau Tas Siaga
Pada akhirnya, faktor penentu tingkat keselamatan akibat bencana alam di sekolah adalah hal kunci untuk diperhatikan mengingat bencana bisa datang kapan saja, siswa yang secara langsung merespon ketika terjadi bencana alam, misalnya gempa bumi yang terjadi di jam sekolah, kesiapsiagaan melalui pelatihan dan edukasi menjadi hal penting dalam bagian preventif sebelum munculnya korban di kalangan  paling rentan di sekolah, yaitu para siswa.

Program-program semacam ini akan menjadi penentu tingkat keselamatan akibat bencana alam bagi siswa. Karena kesiapsiagaan melalui pelatihan dan edukasi menjadi hal penting dalam bagian preventif sebelum terjadinya bencana. Semoga kedepannya lahir sekolah cerdas-sekolah cerdas baru di negeri ini, yang mampu mengedukasi seluruh lapisan masyarakat mengenai bencana, agar kedepannya Indonesia menjadi negara yang siaga bencana.
Wassalam. Semoga bermanfaat!
Salam,
Sam
#jurnalazhar

Komentar