Melalui Hari Osteoporosis Pelopori Budaya Masyarakat Indonesia Hidup Aktif

Kesehatan itu memang bukan segalanya. Tapi tanpa kesehatan semua tidak ada artinya. Kalimat di atas begitu menyentil perasaan saya. Jika disimak sekilas biasa saja namun jika ditelaah memang benar demikian adanya.

Semua orang pasti ingin sehat. Sehat itu begitu berharga jika sakit sudah pasti mahal toh obatnya? Parahnya di Indonesia justru dilimpahi dengan berbagai macam penyakit terutama (Non Communicable Diseases) atau Penyakit Tidak Menular. Lho bukannya berkah malah jadi musibah dong yah?

hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Yuk Kita dukung GERMAS!
Hal inilah yang menggagas pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau yang biasa disingkat dengan GERMAS. Besar harapan dengan adanya inisiasi program tersebut orang yang sehat tetap sehat. Orang yang sehat tidak sakit, yang sudah terlanjur sakit mendapat pengobatan dan penanganan yang baik. Setelah sakit kita segera sadar dan bangkit untuk menjalankan pola hidup sehat dengan gaya hidup yang lebih sehat (healthy  lifestyle) tentunya.

Sejak tahun 2005 Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Gizi yang bernaung di bawah Departemen Kesehatan RI saat itu mengeluarkan hasil analisa berupa data risiko Osteoporosis yang menunjukkan bahwa angka prevalensi osteopenia (early osteoporosis) di Indonesia mencapai 41.7% dan prevalensi osteoporosis mencapai 10.3%. Miris yaa? Itu artinya ada 2 dari 5 penduduk Indonesia yang memiliki risiko terkena Osteoporosis dimana sebanyak 41.2% dari keseluruhan sampel berusia kurang 55 tahun terdeteksi menderita Osteopenia.

Apa sih Osteoporosis?


hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Ilustrasi terjadinya pengeroposan tulang
Osteoporosis merupakan kondisi tulang yang menjadi tipis, rapuh, keropos, dan mudah patah akibat berkurangnya massa tulang dalam jangka waktu yang lama. Salah satu muasal penyebab tingginya risiko osteoporosis di Indonesia adalah kebiasaan kurang berolahraga atau melakukan aktifitas fisik sehingga mengakibatkan berkurangnya kepadatan massa tulang. Maka jangan heran jika osteoporosis memiliki dampak buruk terhadap kualitas hidup seseorang bahkan hingga menurunkan tatanan produktivas masyarakat.

Untuk itulah berangkat dari keprihatinan tersebut sekaligus dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis 2018 yang jatuh setiap tanggal 20 Oktober atas inisiatif Kemenkes RI maka pada Jum’at (19/10) menyelenggarakan senam sehat serta media briefing bertemakan “Hidup Aktif Cegah Osteoporosis Mulai dari Saya” yang dihelat di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Borobudur, Menteng, Jakpus dengan mengundang rekan-rekan media dan bloggers. Pada kesempatan sore hari itu turut pula dihadiri oleh para narasumber ahli di bidangnya masing-masing. Di antaranya ada Ibu drg. Kartini Rustandi, M.Kes selaku Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga (Kesjaor) Kemenkes RI, dr. Iskandar Z. Adisapoetra sebagai Sekretaris Jenderal Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) dan dr. Ade Tobing, SpKO dari Persatuan Osteoporosis Indonesia (PEROSI).


hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
RPTRA - Borobudur di kawasan Menteng Jakpus
Dalam gathering tersebut Ibu drg. Kartini kembali menyebutkan, “Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 perihal Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Program ini bukan semata-mata sebatas kampanye basa-basi yang bersifat sementara namun berlaku selamanya serta berkelanjutan. GERMAS merupakan penguatan upaya promotif dan preventif yang ditujukan untuk menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, kematian maupun kecacatan; menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; dan membantu pemerintah sebagai upaya menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan (faskes) karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan.

hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Naik dan turun tangga. Salah satu aktifitas fisik yang bisa dilakukan setiap hari (dokpri)
Lebih lanjut drg. Kartini menambahkan, ”Salah satu fokus GERMAS adalah rutin beraktivitas fisik selama 30 menit setiap harinya. Kemenkes terus menerus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya beraktivitas atau latihan fisik sebagai upaya pencegahan dini penyakit menular maupun tidak menular. Salah satu penyakit berbahaya yang mengancam kesehatan masyarakat Indonesia adalah osteoporosis yang juga dijuluki The Silent Epidemic Disease, karena menyerang secara diam-diam tanpa adanya tanda-tanda khusus, hingga seseorang bisa mengalami patah tulang.

Osteoporosis memiliki dampak negatif yaitu mempengaruhi kondisi ekonomi maupun sosial seseorang.  Dampak ekonomi meliputi biaya untuk pengobatan dan hilangnya waktu kerja atau produktivitas. Osteoporosis sangat berbahaya dan tidak bisa disembuhkan, oleh karena itu sangat penting untuk mencegah osteoporosis sejak dini.

Pembicara yang kedua Ibu dr. Ade selaku Pengurus PEROSI menjelaskan langkah awal pencegahan osteoporosis sederhananya dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat dan aktif beraktivitas fisik atau berolahraga. Penuhi asupan kalsium per hari sesuai usia dan perlunya vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Selain itu, hindari perilaku sedentari dengan rutin berolahraga. Kurang olahraga akan menghambat proses pembentukan massa tulang dan jika dibiarkan akan mengakibatkan berkurangnya kepadatan massa tulang seseorang.

hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Konsumsi buah-buahan dan bahan makanan berserat lain merupakan anjuran pola makan sehat (dokpri) 


Adapun data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 yang menyatakan bahwa proporsi penduduk Indonesia yang tergolong kurang aktif sebesar 26.1%. Sebanyak 42,0% penduduk kelompok umur ≥ 10 tahun menjalankan perilaku sedentari selama 3-5 jam per harinya. Jadi 1 dari 4 penduduk Indonesia melakukan sedentari selama ≥ 6 jam setiap hari.

Lebih lanjut bu dr. Ade menjelaskan, ”Latihan fisik atau olahraga yang dimulai sejak dini dapat secara efektif mencegah penyakit osteoporosis. Untuk mencegah osteoporosis, dianjurkan untuk melakukan latihan yang bersifat weight bearing exercise, yaitu latihan pembebanan khususnya pada area lumbal, pangkal paha dan pergelangan tangan.

Meski begitu, olahraga harus dilakukan dengan prinsip Baik, Benar, Terukur, dan Teratur (BBTT). Sebelum berolahraga pastikan menggunakan perlengkapan yang sesuai ukuran dan jenis olahraganya, bila perlu menggunakan pelindung. Lalu lakukan pemanasan atau peregangan, ditutup dengan pendinginan. Untuk mencapai hasil maksimal, lakukan olahraga secara rutin, yaitu 3-5 kali dalam seminggu.

hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Ketiga narasumber dan acara dimoderatori oleh Pak Lawrence Tjandra (dokpri)
dr. Iskandar Z. Adisapoetra sebagai Anggota Dewan FORMI berujar, “Masih dibutuhkan upaya yang lebih besar dan terus menerus secara konsisten untuk mengubah pemahaman masyarakat Indonesia, bahwa aktivitas fisik dan olahraga teratur dan terukur adalah aktivitas yang dapat memberikan kontribusi dan manfaat yang besar terhadap kesehatan, termasuk untuk mencegah penyakit osteoporosis. Oleh karena itu, keberadaan FORMI dan induk-induk organisasi yang berhimpun di dalamnya, adalah mitra strategis pemerintah dalam upaya menggerakkan partisipasi masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik dan olahraga, yang secara signifikan dapat berpengaruh terhadap penurunan angka kejadian penyakit osteoporosis pada  masyarakat di seluruh Indonesia.

”Untuk mendukung implementasi GERMAS khususnya dalam upaya peningkatan aktivitas fisik dan olahraga di masyarakat, serta pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit osteoporosis, maka FORMI bersama dengan jejaringnya di seluruh Indonesia membina berbagai macam olahraga rekreasi dengan prinsip 5-M, yaitu Mudah, Murah, Meriah, Menarik, dan Manfaat, agar masyarakat dapat terus sehat, bugar dan gembira, contohnya dengan olahraga senam kebugaran osteoporosis yang dapat dilakukan oleh masyarakat,” imbuh dr. Iskandar.
hari-osteoporosis-Indonesia-aktif
Senam selain menyehatkan juga bermanfaat sebagai olahraga rekreasi (dokpri)
Kementerian Kesehatan RI terus menerus mengajak masyarakat Indonesia untuk membudayakan aktivitas fisik dan olahraga teratur sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya preventif dan promotif kesehatan. Sebagai rangkaian dari Hari Osteoporosis 2018, Kemenkes RI mengadakan senam rekreasi bersama di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat. Bukan hal yang mustahil kegiatan seperti ini dapat menularkan wilayah lain untuk berperan serta dalam membudayakan aktivitas fisik dan olahraga secara teratur di area terbuka hijau seperti RPTRA.

Oleh sebab itu menjadi sangat penting untuk mencegah osteoporosis harus dimulai sejak dini. Jangan tunggu nanti!

Ayo Bugar. Ayo Berolahraga. Ayo kita dukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Salam Germas!

Komentar

Postingan Populer