Sekuel Aksi 3 Lelaki yang Suka Bikin Keki

Kita seringkali merasa risih jika ditanya kapan akan menikah. Banyak pikiran-pikiran dan kekhawatiran yang menghantui seseorang. Dari mulai ketidaksiapan modal untuk melangsungkan sebuah acara pernikahan, soal komitmen hidup bersama sehidup semati hingga bayangan-bayangan problematika yang menggelayut selama berkeluarga. 

Hal inilah yang lalu menginspirasi sebuah cerita dalam film yang bergenre drama berbalut komedi. Melanjutkan kisah 3 pria urban metroseksual di tahun 2015 kali ini Film 3 Dara kembali dipoles sedikit unik dan dikemas secara menarik. Jika dahulu para pria tersebut masih lajang dan menerima konsekuensi bertukar nasib menjadi seoarang wanita, kali ini bedanya mereka kembali bagai makan buah simalakama. Kejadian demi kejadian mereka temui kembali.

Sumber: idntimes.com
Kutukan itu ternyata datang kembali membayangi kehidupan para suami. Gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Tokoh Alfandy justru sebagai yang dituakan sempat kesal tentang perlakuan sang mertuanya selama ini yang menganggap bahwa dirinya tak becus menghidupi keluarga kecilnya sehingga membuatnya khilaf dan ambil jalan pintas untuk membuktikan kemapanan kepada ibunda istri yang dicintainya. Bukannya untung didapat tapi malang menjemput. Hal ini bertambah runyam manakala menyeret kedua temannya ke dalam masalah yang sama.

Tak banyak nama pemain yang berubah atau berganti. Sebut saja aktor muda tampan Adipati Dolken yang berperan sebagai Jay, Tanta Ginting sebagai Richard, Tora Sudiro memerankan karakter Alfandy serta sosok istri yaitu Fanny Fabriana, Grace (Ovi Dian) dan Kasih (Rania Putri). Karakter yang mereka mainkan masih sama paling-paling di dalam film 3 Dara part kedua ini ada penambahan tokoh sentral di antaranya Jentu yang diperankan oleh komika Soleh Solihun sebagai seorang asisten pribadi serta Cut Mini yang berperan sebagai tokoh Eyang Putri.

Dalam sekuel film 3 Dara tersebut fokus cerita menyorot dari sisi kehidupan ketiga pasangan yang telah berkeluarga. Mulai dari pengantin baru, pasutri muda hingga yang telah lama menikah. Mereka seringkali menganggap remeh pekerjaan rumah tangga istri mereka. Kejadian berbalik 180 derajat ketiga pria maskulin dan borju tersebut bangkrut. Segala hal telah mereka lakukan tapi tetap saja menemui jalan buntu. Karena desakan ekonomi terpaksa mereka memilih untuk tinggal di kediaman Eyang Putri, ibu dari Aniek (isteri Alfandy).

Menurut kacamata saya yang hanya sebagai penikmat, film ini sengaja dibuat normatif dan konflik yang dimainkan di setiap adegan terlihat dibuat santai cenderung sederhana. Tidak ada yang begitu spesial. Hanya saja nilai-nilai yang ingin diperlihatkan dalam film tersebut begitu kental. Sesuai dengan karakter yang ingin dibangun oleh Monty Tiwa selaku sang Sutradara.

Nah kan. Pasti jadi penasaran. Makanya kalau mau tahu seperti apa kelanjutan kisahnya dan pesan moral apa saja yang ingin dibagikan kepada penonton, jangan lupa tonton terus filmnya di bioskop terdekat di kota kalian. Siap-siap buat pasang telinga, buka mata dan tahan perut kamu. Kalau saya secara pribadi sih sampai tertawa geli melihat tingkah laku ketiga tokoh suami tersebut. Oia, film ini sudah tayang sejak 25 Oktober 2018 dan digarap oleh rumah produksi MNC Pictures.

Pokoknya sit back, relax and enjoy your popcorn!

Komentar

Postingan Populer