Bangga Gunakan Produk UKM Asli Indonesia Lewat Ajang Telkom Craft Indonesia 2018

Halo selamat siang, Teman Blanja semuanya. Bingung kan setiap akhir pekan tiba melulu melakukan aktivitas monoton yang begitu-begitu saja? Lazimnya kebanyakan orang digunakan hanya liburan,  pergi ke mall untuk kulineran, nonton atau hura-hura sekedar untuk menghabiskan uang dan memuaskan kesenangan saja dengan sia-sia tanpa tahu apa faedahnya.


Nah! beberapa pekan yang lalu, akhir bulan Maret lebih tepatnya saya menyempatkan mlaku-mlaku ke kawasan Senayan untuk mengunjungi sebuah eksibisi yang tengah berlangsung. Kali ini jauh berbeda dari biasanya, pameran yang digelar oleh salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini dijamin saratus persen 💯 UKM Asli Indonesia karena menggali lebih dalam potensi lokal yang dimiliki oleh negeri ini.

Produk Hasil UKM Asli Indonesia
Produk Hasil UKM Asli Indonesia (dokpri)
Tidak hanya sekadar cuci mata atau jalan-jalan biasa, pameran kali ini dibalut apik dan dikemas secara menarik. Meski telah bercampur dengan konsep moderen namun tetap bergaya etnis nusantara sehingga membuat pengunjung berdecak kagum saat datang ke lokasi.


Telkom Craft Indonesia 2018

Tenun Nusantara UKM Asli Indonesia
Warna-warni Tenun Ikat Nusantara (dokpri)

Sebagai bentuk apresiasi Telkom Indonesia melalui Rumah Kreatif Indonesia menggelar pameran  bertajuk Telkom Craft IndonesiaEvent yang memamerkan beragam produk kreatif dari 150 UKM Asli Indonesia binaan ini merupakan 
kontribusi nyata salah satu program BUMN hadir untuk negeri yang akan meningkatkan kesejahteraan UKM Tanah Air untuk maju ke pasar global, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan guna mendorong terwujudnya tekad pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Telkom Craft Indonesia merupakan pameran tahunan produk-produk terbaik khas nusantara. Pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017. Pameran ini merupakan offline event dari program Rumah Kreatif BUMN. Untuk yang kedua kalinya hadir kembali pada 22-25 Maret 2018, berlokasi di Hall A & B, Jakarta Convention Center, Jaksel dimana setiap tahunnya mengusung tema yang serupa yakni "Local Heroes to Global Championship".

Sebagai ajang yang bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan dan keunggulan mahakarya anak bangsa, Telkom Craft Indonesia tahun ini mengangkat keunikan Tenun Nusantara yang disajikan dengan beragam produk khas nusantara lainnya dalam ketiga kategori yang berkualitas dan berdaya saing global yaitu Fashion, Craft dan Food.

Komplit & Nge-Hits dari Atas Sampai Bawah

Dari kudapan nikmat hingga tenun yang memikat
Suasana Pameran UKM Asli Indonesia
Suasana Pameran Telkom Craft Indonesia (dok. BLANJA.com)

Pesona Indonesia takkan habis untuk dijelajahi dan bahkan sampai kapan pun takkan  lekang dimakan oleh jaman. Tak kenal maka tak sayang! Sia-sia rasanya jika pada momen berharga ini tidak dimanfaatkan untuk mengenal langsung kekayaan mozaik nusantara secara maksimal.

Selama pameran saya berkesempatan mengunjungi beberapa booth yang terpajang di sana. Mumpung waktu masih siang saya bergegas untuk berkeliling ditemani oleh seorang teman. Bagai jatuh cinta pada pandangan pertama, saya lalu tertarik untuk mampir, berkenalan dengan pemilik toko bahkan hingga masuk mencoba mengenakan atribut dan aksesoris yang tergantung pada etalase butik tersebut. Pihak pemilik booth sendiri dengan tangan terbuka menawarkan untuk mengenakan kostum atau baju tradisional khas yang didatangkan langsung dari daerahnya tersebut. Tak usah ragu ataupun takut bila dipaksa untuk membeli. Hehe

Rumah Tenun Ikat NTT

Tenun Ikat NTT UKM Asli Indonesia
Rumah Tenun Ikat NTT ( hasil jepretan Blogger Eksis)

Saya melihat di booth tersebut berdiri sebuah mannequin topi unik dengan memajang pakaian yang terbuat dari bahan tenun ikat. Modifikasi jaket dan blazer dengan aplikasi tenun ikat bermotif khas NTT ini cenderung trendy dan tak kalah Hittss. Jauh dari kesan kuno atau old-fashioned items. Tanpa perlu lagi berlama-lama saking penasarannya saya langsung meminta izin kepada sang pemilik dan langsung mencoba beberapa setel baju lengkap dengan atribut serta aksesorisnya. Alhasil ternyata pas cocok dengan ukuran badan saya. Tak lupa topi khas bergaya cowboy yang ternyata terbuat dari bambu dan daun lontar menyerupai alat musik tradisional Sasando. Nyaman sekali. Alhamdulillah banget! Jeprat jepret jangan lupa diabadikan. Kapan lagi yaa kan? Berhubung momen ini sangat langka buat saya. Bisa dibilang setahun sekali. 💕

Sedikit bergurau iseng bertanya tentang harga. Untuk satu setel pakaian saja bisa berkisar hingga jutaan rupiah. Wow! Wajarlah untuk bahan setengah jadi saja tenun yang dibuat dari tangan para pengrajin ini tanpa melibatkan bantuan mesin dan mengingat bahan yang diperoleh dari daerah setempat notabene dikirim dengan pesawat yang biaya transportasi nya mahal dan jarak yang ditempuh sangat jauh dari Ibukota. 🔎🔎

Tenun Ikat Ina Sabu
Tenun Ikat Ina Sabu UKM Asli Indonesia
Kain Penutup Kepala Hasil Tenun Ikat Ina Sabu (dokpri)

Bergeser sedikit dari booth sebelumnya saya menemukan tenun ikat yang terbuat dari bahan baku Sabu. Di booth tersebut saya mencoba mengenakan kain penutup kepala hampir menyerupai udeng. Anak dari sang pemilik butik tersebut pun menjelaskan bahwa banyak kisah, filosofi dan makna yang terkandung di balik semua motif, bahan dan atribut yang saya kenakan. Model kain yang terikat pada kepala saya ini terkenal bergaya anak kolong. Adapula kain dan model lain yang biasa digunakan untuk mengikuti upacara adat, acara tradisional maupun ketika dipakai oleh keluarga kerajaan.

Hasil Tenun Labuan Bajo UKM Asli Indonesia
Swafoto ketika mengenakan atribut lengkap dengan aksesoris Tenun Ikat Labuan Bajo (dokpri)

Kemudian yang terakhir saya pun juga mengunjungi booth yang masih berasal dari daerah yang sama yaitu timur Nusa Tenggara. Berbeda dengan kedua booth sebelumnya kali ini lebih komplit alias lengkap dari atas sampai bawah (from head to toe).  Koleksi dari butik 'Komodo Souvenir' begitu bervariasi. Kain atau bahan yang terbuat dari tenun ikat dan songket begitu mendominasi. Butik ini berasal dari Labuan Bajo. Cindy Latubatara, sang pemilik secara sukarela memakaikan saya pakaian lengkap dengan atribut tas anyam, kalung gading, kain penutup kepala dan tak lupa pula gelang songket yang melingkar di tangan kanan saya. Gelang ini pula lalu dihadiahkan oleh sang pemilik kepada saya sebagai cinderamata yang bisa dibawa pulang. Selayaknya bertamu di negara sendiri saya benar-benar merasa seperti dihormati di sini.

Gelang Songket Hasil UKM Asli Indonesia
Gelang Songket pemberian Komodo Souvenir (dokpri)

Setelah puas berkeliling perut pasti lapar dan tenggorokan pun haus. Saatnya mencari kudapan dan makanan khas di sekitar sini. Ada sambal Roa dan cokelat Banua serta hidangan lain yang tak kalah menggoyang lidah juga tersaji di tempat ini. Tentunya memiliki cita rasa tersendiri ditambah dengan sensasi aroma lokal berbahan dasar alam (natural). Jangan lupa mampir ke booth Pojok Wifi.id (Wifi.id Corner) yang menyediakan kopi secara gratis dan dapat dinikmati selagi hangat. Biji kopi yang disajikan pun ASLI dipanen berasal dari beberapa wilayah di Indonesia. 🍵

Kopi Boen Hasil UKM Asli Indonesia
Booth Kopi Boen di Pojok Wifi.id (dokpri)

Serupa dengan tenun ikat, bagai menenun kebhinekaan yang tercipta di nusantara. Berkaca pada teori sapu lidi semakin terikat akan semakin erat. Maka rasa nasionalisme pun jika terus dipupuk akan tetap terus terjaga dan terpelihara.

Variasi Cokelat Hasil UKM Asli Indonesia
Variasi Cokelat Banua Hasil UKM Asli Indonesia

Tidak mungkin selama satu hari kita akan puas mengenal ragam produk lokal yang terpajang pada booth pameran apalagi selama empat hari pameran berlangsung untuk mengenal UKM Asli Indonesia satu per satu? Rasanya mustahil! Sedikit tips pokoknya kalau ke sini lagi lain waktu, bersiaplah untuk pasang mata, buka hati dan pikiran serta kencangkan saku dan kantung kalian. Seolah-olah semua mau dibeli. Layaknya anak-anak yang dibelikan mainan baru oleh orang tuanya, senang bukan kepalang.

Sambal Roa Produk Kuliner UKM Asli Indonesia
Sambal Roa Produk Kuliner UKM Asli Indonesia (dokpri)

Negara kita ini terkenal kaya akan sumber daya dan warisan budayanya. Tergantung pada generasi penerus nantinya seberapa bangga mereka akan sejarah nenek moyangnya terlebih mencintai produk-produk Indonesia. Merek dan kualitas produk tanah air tak kalah dengan brand dunia. Jika telah tertanam rasa cinta tanah air terutama rasa memiliki yang begitu kuat maka produk Asli Indonesia niscaya akan terus terangkat dan semakin dikenal. Tidak hanya dalam skala nasional tapi juga semakin menegaskan posisinya dalam kancah global. 

Talkshow “Local Heroes to be Global Champions”


Talkshow Bersama Entrepreneur UKM Asli Indonesia
Talkshow bersama entrepreneur sukses dan pihak BLANJA.com
Tidak hanya memamerkan hasil produk-produk UKM Asli Indonesia saja, penyelenggaraan TCI 2018 kali ini turut pula dimeriahkan oleh berbagai hiburan dan kegiatan menarik yang mengedukasi serta menghibur seperti talkshow, pertunjukkan seni budaya dan penampilan musik (music performance) serta peragaan busana (fashion show) dengan sentuhan desain etnik yang kental dengan ciri khas Indonesia.

Secara kebetulan pada hari itu, saya berkesempatan mengikuti talkshow pada sesi jam satu siang dengan menghadirkan tiga narasumber, Yukka Harlanda yang merupakan Chief Executive Officer (CEO) dari BrodoMamo selaku pemilik dari tas batik Salawase, dan Bapak Aulia Ersyah Marinto selaku CEO BLANJA.com.

Mas Yukka, biasa ia disapa bercerita bagaimana dia merintis usaha sepatunya hingga bisa seperti sekarang ini. Perjalanan Brodo yang hadir sejak tahun 2010, kehadirannya tercetus lantaran Mas Yukka merasa kesulitan dalam menemukan sepatu dengan ukuran yang besar, sehingga untuk mendapatkan sepatu yang sesuai dengan ukuran kakinya maka harus membeli atau memesannya dari luar negeri. Sedih yah?

Berawal dari hal itulah, maka muncul keinginan untuk membuat sepatu sendiri. Dari sanalah tercetus ide awal untuk membuat usaha sepatu dengan merek dagang Brodo. Apalagi Mas Yukka menyadari ia dikelilingi oleh banyak produsen handal dan bahan baku yang berlimpah untuk membuat brand sepatu yang saat ini telah mendunia ini.

Brodo Footwear Hasil UKM Asli Indonesia
Yukka Harlanda, CEO Brodo Footwear (dokpri)

Kesimpulan dari cerita Mas Yukka, terdapat pelajaran berharga yang bisa dipetik bahwa,

"Tidak selamanya 'kesulitan' itu menjadi petaka atau penghalang, namun jika kita bisa jeli melihat hal ini sebagai peluang dan didukung kreatifitas yang memadai maka siapapun bisa menciptakan sebuah karya atau usaha yang keren seperti Brodo ini."

Meski Brodo menjajaki usahanya lewat dunia online dengan respon yang sangat bagus, namun tidak dipungkiri bahwa dunia offline dengan hadirnya toko riil secara fisik juga masih perlu dilakukan saat ini, bahkan penjualan online dan offline untuk saat ini merupakan langkah yang harus dikolaborasikan supaya usaha tersebut bisa terus berjalan.

Sejalan dengan Yukka, terdapat pengalaman menarik dari cerita perjalanan Mamo, sang pemilik usaha tas batik yang diberi nama Salawase yang diartikan 'selamanya'. Ternyata untuk berada hingga di titik ini tidaklah mudah. Membutuhkan perjuangan yang panjang dan selalu bekerja keras; mulai dari mencari ide bisnis, merancang ide bahkan harus mencari penjahit kesana kemari lantaran Mas Mamo tidak memiliki keahlian dalam hal jahit-menjahit.

Perjalanan usaha Mas Mamo ini juga mengajarkan kita bahwa, 

"Jika memiliki sebuah ide jangan pernah takut untuk belajar mewujudkannya, semua hal diawali terlihat sulit, namun jika ada kemauan yang keras untuk terus belajar maka semua akan terasa jadi mudah."

Terus terang usaha Mas Mamo semakin maju, hal ini karena ketekunannya yang terus menjaga kualitas produk dan pelayanan dengan baik sehingga  kepercayaan konsumen pun terbangun dengan sendirinya, dan hal ini sangat penting terutama dalam berjualan online seperti yang ia jalani sekarang. Menurutnya kepercayaan konsumen adalah segalanya. Customer is the King! 👑

Mas Mamo juga menambahkan, bahwa kehadiran pameran seperti ini bukan hanya untuk meningkatkan omset saja, namun bisa menjadi sebuah wadah bagi para pelaku UKM untuk belajar dan memperluas jejaring (networking) dengan berbagai pihak sehingga bisa membangun usahanya semakin maju dengan terus mengedepankan nilai kearifan lokal yang berdaya saing global.

Bapak Aulia Ersyah Marinto selaku CEO BLANJA.com turut pula menambahkan bahwa kehadiran 400 UKM Asli Indonesia yang terdapat pada pameran ini sudah Go Online di situs BLANJA.com dimana lebih dari 3000 jenis produk lokal dari 3 kategori yaitu fashion, craft dan food. tumplek blek di situ. 

Dimana melalui momentum ini, Pak Aulia menegaskan bahwa sebagai bagian dari Telkom Group, BLANJA.com mempunyai tugas dan komitmen untuk terus mendukung keberadaan produk lokal UKM Asli Indonesia untuk menembus pasar nasional dan internasional. Dari sinilah produk lokal ingin dikenal bukan hanya pedagang lokalnya saja, untuk itulah BLANJA.com hadir untuk membawa produk asli Indonesia supaya semakin dikenal secara lebih luas.

Namun Pak Aulia mengakui bahwa untuk mengajak para UKM ini masuk ke dalam ranah digital butuh penyesuaian, sebab para pelaku UKM tidak semuanya melek teknologi. Untuk itu, mereka harus mau belajar dan mandiri dalam menjalankan bisnis berbasis digital ini, misalnya mereka harus dapat membuat foto yang bagus, membuat deskripsi produk yang menarik, dan memantau toko online nya secara rutin. Bahkan yang tak kalah pentingnya lagi mereka juga harus terus melakukan inovasi-inovasi yang menarik supaya produk mereka terus diminati banyak orang.

BLANJA.com: Belanja Puas Tanpa Batas

Aplikasi BLANJA.com UKM Asli Indonesia
Aplikasi BLANJA.com (dok. BLANJA.com)


Sebagai pameran produk khas nusantara pertama di Indonesia yang berorientasi pada transaksi digital melalui pembayaran bergerak (
mobile payment) dan platform e-commerce, Telkom Craft Indonesia hadir untuk menciptakan digital experience para pengunjung, sebagai sarana untuk mendorong gaya hidup digital (digital lifestyle) masyarakat secara lebih luas.

Meskipun event ini berlangsung di Jakarta, bukan berarti teman BLANJA yang berada di daerah tidak bisa membeli produk UKM yang diinginkan. Jangan berkecil hati dahulu terkait jarak yang jauh serta waktu yang ditempuh, karena produk-produk UKM yang beragam ini ternyata bisa dibeli lewat sebuah situs e-commerce dan BLANJA.com memungkinkan semua itu.

Aktivasi Akun BLANJA.com UKM Asli Indonesia
Aktivasi akun BLANJA.com (dok fanpage BLANJA.com)
Cukup tenang dan duduk manis, lalu unduh aplikasinya, jangan lupa registrasikan data diri kamu, pilih produknya dan tinggal pilih cara bayar yang sesuai dengan keinginan anda untuk bertransaksi. Dan voila, barang akan sampai ke rumah dengan tepat waktu. Kini segalanya jadi lebih mudah karena dapat dijangkau hanya dalam genggaman.

Tuh sudah diberi kemudahan begitu banyak Masa Iya Gak BLANJA?

BLANJA.com merupakan e-commerce terbaik bahkan terlengkap di tanah air. E-commerce satu ini hadir sejak 8 Desember 2014 dan atas dukungan penuh PT. Telkom Indonesia, Tbk. BLANJA.com juga mendapatkan dukungan dari e-Bay pada tahun 2016 yang selama ini dikenal sebagai e-commerce marketplace kelas dunia.

Tambah asyik lagi, saat event berlangsung setiap pengunjung dapat melakukan transaksi secara langsung melalui BLANJA.com dan sekaligus memperoleh tambahan diskon lagi. 

Lumayan banget kan?

Benar-benar memuaskan BLANJA Tanpa Batas! 👌👌


Akhir kata selamat berbelanja dan salam gerakan UKM asli Indonesia!


Komentar

  1. Mak juga suka tenun ikat. Sdh punya dari Lombok dan Sumba tp blm punya yg dari Kalimantan. Duh mupeng jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh kok aku jadi ikutan demen jg yaa.. Belikan dong mak.. Barter deh.. Hehe

      Hapus
  2. Katanya mau mengulas kain sasirangan atau batik pekalongan, mas?... .

    #TepokJidat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer