Mewujudkan Impian Terbesarmu dengan Kecintaan dalam Menulis

Ilustrasi (Menulis lebih baik daripada curhat)
Decision vs Passion

Setelah lulus di bangku kuliah beberapa pekerjaan pernah saya coba, di antaranya pernah menjadi asisten laboratorium di kampus tempat saya menuntut ilmu termasuk tawaran sebagai asisten pustakawan juga pernah saya ambil. Dari situ saya berpikir dan mulai merasa jenuh. Bayangkan selama hampir 7 tahun saya mendedikasikan diri saya di kampus tercinta. Lambat laun malah merasa keenakan dan kelewat nyaman.

Kemudian saya mencoba keluar dari zona nyaman (comfort zone) dan mencari pekerjaan di luaran. Banyak tawaran yang berdatangan tapi pilihan jatuh pada posisi staf marketing di salah satu bimbingan belajar (bimbel) khusus program Ujian Masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) selama beberapa bulan. Alhasil ternyata sama saja pekerjaan ini tidak membuat saya puas.

Hingga akhirnya saya sempat mendaftarkan diri untuk seleksi panitia L. O (Liasion Officer) di ajang olahraga internasional bergengsi yang cukup lumayan peminatnya saat itu. Alhamdulillah saya lolos dan berhasil memandu serta menemani tamu asing pada acara tersebut selama sepekan. Namun profesi tersebut tak lantas berumur panjang.



Dari sekian pengalaman yang pernah saya peroleh tersebut belum ada satu pun yang sreg di hati. Banyak alasan hingga akhirnya saya putuskan untuk mengundurkan diri (resign) dari tempat saya bekerja misalnya saja terkait jam kerja, upah yang belum sepadan bahkan deskripsi pekerjaan (job desc) yang cenderung monoton. Belum lagi waktu yang kurang fleksibel!

Alasan saya terdengar klise memang ketika memutuskan untuk ambil (decision to make) beberapa pekerjaan tadi. Motif ekonomi menjadi salah satu pemicunya. Dorongan biaya hidup yang akhirnya meruntuhkan idealisme keinginan pribadi selain dari dorongan orang tua tentunya.

Breakthrough My Passion

Sejak memutuskan untuk beralih haluan dari pekerja penuh waktu (full time worker) menjadi pekerja lepas (freelancer) beberapa tahun lalu entah wangsit atau bisikan ghaib dari mana hingga membawa saya terjun di dunia kreatif.

Belum genap dua tahun sepertinya saya lalu menjajali peruntungan di dunia tulis-menulis. Lucunya hal ini berawal dari ajakan seorang teman setelah mendapat tawaran untuk mengikuti proyek menulis (writings project) pada satu situs netizen anak muda. Berbekal dari kebiasaan membuat jurnal abstrak sewaktu kuliah dulu dan seringnya membuat resensi beberapa buku ketika bekerja di perpustakaan, akhirnya saya mencoba memberanikan diri nyemplung di bidang ini.

Istilah dunia blogging dan profesi blogger masih terasa asing di kepala saya. Lalu saya iseng mencari informasi dan beberapa sumber ke sana kemari hingga bergabung menjadi anggota sebuah komunitas menulis. Beberapa komunitas tersebut memang dibentuk untuk menerima aspirasi para anggotanya dan sebagai media untuk menyebarluaskan tautan (link) terkait informasi mengenai pekerjaan, tawaran kerja sama hingga tukar menukar artikel untuk saling dibaca dan dikomentari sesama anggota.


Teh Ani Berta selaku Founder Komunitas ISB (dokpri)
Bagai mengutip pepatah, "Gapailah Ilmu Hingga ke Negeri Cina. "Belajar Itu Tak Mengenal Usia". Nah tak hanya itu saja beberapa komunitas juga banyak mengadakan kegiatan workshop (lokakarya), seminar dan pelatihan (trainings) untuk mempertajam kemampuan dalam membuat artikel (blog). Jujur saja sebagai seorang yang tidak pandai IT ilmu saya tentang komputer masih lah terbilang cetek.

Selama ini seperti diketahui dunia blogging banyak menyinggung tentang ilmu SEO, Google adsense, algoritma, coding dan hal-hal yang berbau teknis. Lalu bagaimana dengan pondasi kita sendiri dalam menulis? Sudah sejauh mana ilmu yang kita peroleh dan apa saja pedoman untuk menulis blog yang baik dan benar.

Beruntung sering nimbrung pada komunitas di grup online dan sesekali bersilaturahmi datang ke sebuah event sembari ajang untuk mengaktualisasikan diri beberapa kali saya mendapat kesempatan untuk hadir pada kegiatan komunitas tersebut. Tidak hanya ilmu saja, tak jarang pihak penyelenggara mengundang narasumber atau pakar di bidangnya dan juga disediakan makan siang (lunch) dan pulang membawa tentengan berupa goodie bag bahkan uang saku dari brand sponsor.

Asyik kan?
 
Dini Fitria (penulis dan traveller)
Seperti sepekan yang lalu saya dan puluhan rekan blogger yang lain dari Komunitas ISB (Indonesian Socioblogpreneur) diundang oleh Blibli untuk mengikuti rangkaian kegiatan berbalut "Blibli friends Meet Up". Istimewanya lagi secara kebetulan menghadirkan penulis buku sekaligus traveller Dini Fitria. Masih dalam suasana memperingati hari Wanita Internasional (Women's International Day) pihak Blibli juga turut mengundang perwakilan ZoyaCosmetics dengan varian produk terbarunya.

Menulis dengan Hati ala Dini Fitria

Lengkapi koleksi ketiga bukunya (dokpri)

Dini Fitria seorang penulis Islah Hati secara gamblang memberikan pencerahan kepada kami. Bahwa menulis itu soal rasa. 
Taste!
Dini sempat mengutip dari jurnal psikiatri dalam presentasinya. Di situ tertulis menulis itu seperti terapi jiwa. Menulis bermanfaat bagi kesehatan jiwa yang ternyata berpengaruh pada kesehatan fisik. Menulis untuk berbahagia. Cara termudah, termurah dan teraman untuk merenungkan rasa.

"Then writes what makes you feel happy, sad or angry"

Selain rasa, mental dalam menulis juga harus dipertanggung-jawabkan, bernilai moral dan mampu menginspirasi bahkan memotivasi banyak orang. Menulis itu perlu penetrasi dan memiliki efek orgasme (rangsangan) kepada pembacanya. Kalau kamu gimana?

Dini yang juga merupakan mantan jurnalis televisi swasta program Bolang si Bocah Petualang dan Jazirah Islam tak sungkan membagikan pengalamannya dalam menulis artikel ficer yang dikombinasikan dengan cerita perjalanan saat bepergian ke negara-negara yang ia tuju yang dikemas ke dalam tiga bukunya.

"Menulis itu soal rasa. Temukan rasamu dan jagalah"
Article Feature


Dini Fitria ketika mempresentasikan artikel ficer (dokpri)

Menurut pemilik akun sosmed @deenewijaya, "Feature is all about taste". Story telling itu paling menarik perhatiannya. Ia menyimpulkan ciri-ciri cerita ficer itu yang bertutur (seolah mengajak berbicara dengan pembaca), informatif, punya gaya (style) tersendiri dalam menulis, memperhatikan pedoman menulis misalnya tak melulu 5W + 1 H namun 3W + 1H lebih penting (pada kasus tertentu boleh menghilangkan unsur 'When' dan 'Where'), dan berdampak pada manusia (human of interest).

Teknik-teknik dalam menulis Artikel Ficer.

1. Lead in Angle 
Bagaimana tulisan ini akan dibawa dan kemana akan bermuara.

2. Point of View 

Sudut Pandang penulis dalam bercerita. 

3. Daya pikat 

Karakternya dalam menulis memiliki ciri khas dan identitas.

4. Bahasa rapi dan terjaga

Tidak kaku, saltik (typo), dan menghindari jumping words.

5. Cara kita bermain kata


6. Banyak diksi

Diksi merupakan pilihan kata. Perbaiki dengan menambah perbendaharaan kata (vocabulary).

7. Edutainment 

Tak hanya menghibur tapi juga mengedukasi.

8. Full of value 

Mampu menggugah nurani dan relevan. 

9. Sepenuh hati dan jiwa

Tanpa paksaan apapun dan oleh siapapun.

Simplicity is a must. Simple life simple problem. Meski ingin dibuat apik dan menarik jangan paksakan kemampuan diri kamu atau menyulitkan kerangka berpikirmu dalam menulis. Jika tidak memulai kapan akan rampung?

Sederhananya, 


"Jika kamu tak bisa menjelaskan sesuatu dengan sederhana maka kamu tak cukup mengerti", 
tambah Dini menutup pelatihan singkat tersebut.

Bukan tidak mungkin jika dalam mengerjakan sesuatu kita mengalami banyak hambatan. Termasuk dalam proses menulis. Writer's block salah satunya. Ketika konsep sudah matang dan ide segar di kepala muncul dengan deras tetapi malah mengalami stagnansi dalam menulis. Kedua distraksi, konsistensi dalam membaca dan komitmen untuk terus menulis diperlukan. Tetap fokus dan berupaya untuk tetap 'strict to the plan'. Ketiga adalah mood, kalau ini sih sudah jadi santapan saya sehari-hari. Kalau mood lagi berantakan jangan harap bisa menulis dengan hati. Oleh karena itu usahakan menjaga kestabilan emosi dan menjaga mood agar tulisan kita pun tetap paripurna. Hehe :)

My Big Wish

Apa sih goals terbesar yang ingin segera kamu wujudkan tahun ini? Memasuki bulan ketiga di tahun 2018 dalam penanggalan kalender Masehi belum telat rasanya untuk make a wish kamu lho. Selama berangan-angan masih bisa diperoleh secara cuma-cuma sih wajar yaa. For youth info, BliBli akan bantu mewujudkan impian tersebut. Yuk ikutan giveaway yang sedang diadakan #BlibliSekarang.


Kalau My Big Wish in 2018 ingin terus berkarya dan mendalami bidang menulis kreatif (creative writings) khususnya di dunia per blogging an. Menjadi exclusive writer di salah satu media network dengan jumlah pembaca dan banyak disukai peminat juga impianku sejak lama. Insya Alloh ingin sekali suatu saat dapat menerbitkan sebuah buku tentang cerita perjalanan dan wisata halal di negara minoritas Muslim dunia misalnya. 


Siapa tau saja kan dari sini saya sudah aman secara finansial termasuk sehat secara jasmani dan rohani. Kebutuhan pribadi terpenuhi dan keluarga tercukupi. Amiin. Mbak Dini Fitria turut pula berpengaruh memecut pemikiran saya dan menjadi sumbu dalam menginspirasi banyak orang untuk tidak takut memulai dan mencoba menulis buku.

Produk Zoya Cosmetics (dokpri)

Akhirul kata,

Apapun yang menjadi impianmu kejarlah. Ikuti kata hati, teruslah berusaha (ikhtiar), kelola passion dan waktumu dengan baik. Tentukan target dan capaian ke depan. Baik itu jangka pendek maupun panjang.

Jangan lupa terus membaca, baca dan membaca kemudian pertajam dengan menulis serta banyak berdo'a.

Teruslah bersemangat kawan!

Wassalam 
Salam literasi
-Sam-

Komentar

  1. ya ampuuun, oom Sam ternyata baru nyemplung menulis pas di acara Opini itu? Baru banget berarti ya. Semoga betah dengan dunia baru ini ya :)

    BalasHapus
  2. ah, keren bgt ya ilmunya. harus terus dipraktekin nih. biar terbiasa menulis dengan cinta

    BalasHapus
  3. Semoga setelah it workshop ini menjadi lebih semangat lagi ya :)

    BalasHapus
  4. Hi mas.. makasih sudah datang ke workshop ISB di Blibli.com. Semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  5. Mantap ya Sam ilmu dari workshopnya.. semoga memoles tulisannya makin jago *hasik

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer