Menuju Keluarga Gemilang Sehat Indonesiaku!


Kurang dari setahun lagi bangsa kita akan menjadi tuan rumah gelaran ajang kompetisi olahraga terbesar se Asia dan akan banyak menerima tamu negara baik itu atlet maupun para delegasi dan komite olahraga.

Mengingat pentingnya acara tersebut, pemerintah sedang giatnya mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk kesiapan sarana dan prasarana yang terus dirampungkan dengan matang. Apakah hanya cukup dengan itu? Lalu bagaimana dengan sumber daya manusianya?

Apakah kita sudah siap baik dari aspek jasmani maupun rohani. Apa kita dinilai prima secara raga dan jiwa? Mungkin jika menengok pada kesiapan para atlet tentunya sudah tidak perlu diragukan lagi. Mereka sudah berlatih keras dan menunjukkan performa terbaiknya sejak jauh jauh hari sebelumnya.

Bagaimanakah dengan masyarakatnya sendiri? Kepedulian tentang pentingnya kesehatan di banyak negara bukan jadi hal yang tabu lagi. Para penduduknya bahkan lebih aware tentang kesehatan sejak dahulu. Sudahkah negara kita menerapkannya?

Setahun belakang ini saya mengikuti banyak kampanye dan gerakan yang bertemakan kesehatan dari berbagai lini. Menurut hemat saya Kementerian Kesehatan paling concern terhadap hal tersebut. Setiap bulannya selalu saja Kemenkes mengadakan banyak program rutin dengan mentrigger, memberikan edukasi dan penyuluhan tentang bahaya penyakit. Dan berjuta kali secara persuasif pihaknya mengajak masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. 


Tahukah kamu ternyata yang mengancam kematian paling banyak justru berasal dari penyakit tidak menular lho. Bahkan dianggap sebagai silent killer atau kematian secara diam-diam. Itu artinya tidak mudah terdeteksi apa yang menjadi penyebabnya. Bukan karena virus, bakteri atau patogen lain. Setelah diteliti yang menjadi musababnya adalah gaya hidup (lifestyle). Untuk itulah pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengenalkan ikon GERMAS. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat!

Salam Germas (dok. Kemenkes RI)
“Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku”.
Tema di atas sekaligus dideklarasikan sebagai  peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 tahun ini. HKN diperingati setiap tanggal 12 November. Tahun ini bertepatan sekali jatuh di akhir pekan dan mengambil lokasi di kawasan Car Free Day Bundaran HI, Jakpus.


Peringatan HKN kali ini, menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen, penguatan tekad serta mengobarkan kembali semangat agar senantiasa masyarakat memiliki kesadaran dan dibentuk secara mandiri terutama dalam aspek kesehatan.

Menurut UU Nomor 36 tahun 2009, mengandung butir mengenai keluarga dimana merupakan unit terkecil dari masyarakat yang menjadi inti Pembangunan Kesehatan. Hal ini sebagai bagian dari Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga dengan menekankan betapa pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesehatan.

Ibu Menteri Kesehatan Nila Moeloek berpesan mulai dari lingkungan keluargalah yang dapat memberikan pondasi bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, perilaku dan gaya hidup sehat. Sebagai upaya untuk lebih memperkuat program pembangunan kesehatan tersebut Kementerian Kesehatan kembali mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016 yang terbaru tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat (PIS-PK).

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) yang digagas oleh Kemenkes pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan kegiatan program kesehatan baik upaya kesehatan perorangan (UKP) maupun upaya kesehatan masyarakat (UKM) secara berkesinambungan. UKP dan UKM memfokuskan kepada keluarga berdasarkan data dan informasi dari Profil Kesehatan Keluarga.

Selain penyelenggaraan PIS-PK, pembangunan kesehatan juga perlu melibatkan lintas sektor melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa keberhasilan Program Kesehatan tidak terlepas dari peran masyarakat dan lintas sektor terkait.

Kita berupaya membangun kemandirian keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat sebagai upaya promotif dan preventif dengan tujuan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tinginya”, ujar Ibu Menkes.

Kegiatan peringatan HKN ke 53 dimeriahkan dengan berbagai acara, diantaranya berbagai lomba, pameran alat kesehatan (alkes) hasil produksi dalam negeri, pemecahan Rekor MURI untuk senam sehat, beberapa seminar tentang kesehatan, parade doktor, dan tentu saja kegiatan upacara yang dilaksanakan di institusi kesehatan seluruh Indonesia dalam sepekan.

Wapres JK dalam pidato sambutannya (dokpri)

Wakil Presiden Jusuf Kalla turut hadir memeriahkan acara inti. Dalam pidatonya beliau memberikan sambutan pada perayaan HKN yang ke 53. Wapres JK mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya dan rasa bangga yang tak terhingga kepada pemerintah melalui kementerian Kesehatan dan seluruh tenaga kesehatan di Indonesia yang selama ini telah berupaya memperjuangkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia.

Jika dijumlahkan sebanyak 120 ribu orang tak hanya di area Car Free Day saja tapi berlangsung secara serentak di beberapa kota untuk ambil bagian dalam senam peregangan dan berhasil memecahkan rekor MURI bahkan rekor dunia untuk senam sehat terbanyak.

Menkes Nina Moeloek dengan Jaya Suprana pendiri MURI

Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 diawali dengan kegiatan Karnaval Sehat Gerak Jalan dari titik start Patung Kuda Silang Monas pada pukul 06.15 WIB, hingga ke Bundaran Hotel Indonesia.

Kegiatan ini diramaikan pula oleh para peserta dari berbagai Kementerian, Lembaga dan NGO, antara lain: KemenPAN-RB, Bappenas, Lembaga Administrasi Negara, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pertahanan, Kemenkes, BNPB, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, BBPK Jakarta, Bakamla, BNN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, RS Fatmawati, dan Save the Children.

Adapun terpilih menjadi tiga peserta terbaik Karnaval Sehat GERMAS dalam rangka Hari Kesehatan yaitu:
  • Juara III dengan total nilai 12.815 diraih oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).
  • Juara II dengan total nilai sebesar 13.380 diraih oleh BPPK Jakarta.
  • Juara umum dengan total nilai 13.750 dalam karnaval sehat GERMAS HKN ke 53 diraih oleh Kementerian Pertahanan.
Yeay sekali lagi selamat untuk yang keluar sebagai pemenangnya.

dokpri
dokpri



dokpri
dokpri



Semua ini mustahil akan terwujud apabila hanya didukung oleh satu pihak saja yaitu Kementerian Kesehatan. Tapi juga harus didukung oleh semua lapisan masyarakat secara penuh tanpa terkecuali. 

Sehat tidak harus mahal. Ubah gaya hidupmu mulai dari sekarang. Jika bisa dimulai saat ini kenapa harus menunggu nanti? Konsumsi makanan yang mengandung nutrisi dan gizi tinggi seperti buah dan sayur-sayuran serta ikan.

Jangan stress dan tidak merokok.

Salam Germas!


Untuk informasi lebih lanjut seputar kesehatan dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan surel di kontak@kemkes.go.id.

Komentar

  1. Ajang Olahraga yang terbesar , rakyat harus sehat dan turut senang ada nya ajang ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer